Showing posts with label Derek Cianfrance. Show all posts
Showing posts with label Derek Cianfrance. Show all posts

Movie Review: Sound of Metal (2019)

"Serenity is something you get when you stop wishing for a different past."

Menjadi tuli tentu merupakan bencana bagi seorang musisi. Memang indera yang lain sama pentingnya namun bagaimana caranya seorang musisi dapat menyajikan musik yang ia hasilkan jika ia sendiri tidak dapat merasakan musik tersebut karena tidak bisa mendengar? Karakter utama film ini merupakan seorang drummer grup heavy-metal dan suatu ketika ia bertemu dengan “bencana” tadi di mana ia memiliki dua opsi, berhenti sebagai musisi atau justru mencari cara atau jalan lain agar dapat tetap menikmati hal yang paling ia cintai itu. ‘Sound of Metal’ : when the Lord closes a door, somewhere He opens a window.


Review: The Light Between Oceans (2016)


"With love, forever, and ever, and ever, and ever."

Derek Cianfrance merupakan sutradara yang memiliki talenta ketika berurusan dengan materi yang mencoba menunjukkan emosi dan intimitas dari sebuah relationship, berusaha mencoba membuatnya tampak pure and looks like a real deal, Blue Valentine dan The Place Beyond the Pines, keduanya berhasil meninggalkan impresi yang begitu kuat. Kali ini ia kembali mencoba mengeksplorasi sebuah hubungan percintaan yang masih menggunakan isu sensitif tentang “kematian” dan ditampilkan dalam bentuk sebuah melancholic mournful, The Light Between Oceans. It’s an old-school and prestigious story about love and sorrowsEmotionally true, emotionally brutal. 

Movie Review: The Place Beyond the Pines (2012)

 
If you ride like lightening, you’re gonna crash like thunder.”
Hal ini memang tidak ada kaitannya dengan film yang saya review sebelumnya, namun dengan nama yang sedikit lebih panjang The Place Beyond the Pines ternyata punya tujuan yang secara garis besar sama saja dengan apa yang disampaikan oleh Side Effects, sebuah efek samping yang dihasilkan dari sesuatu yang tidak baik. Punya pesan menarik yang sederhana, diulas dalam tiga buah cerita dengan rentang waktu satu setengah dekade, lebih luas, lebih tenang, dan tentu saja lebih panjang.