Showing posts with label Ed Harris. Show all posts
Showing posts with label Ed Harris. Show all posts

Movie Review: Top Gun: Maverick (2022)

"Don't think, just do."

Does a film need a sequel? Ada yang butuh, ada pula yang tidak, tapi tentu rentang waktu 36 tahun akan mudah membuatmu mengernyitkan dahi ketika mendengar kabar bahwa sebuah film rilisan 36 tahun yang lalu akan dibuatkan kelanjutannya. Mungkin remake akan terasa normal dalam kasus seperti itu, tapi bagaimana dengan sekuel? Tiga setengah dekade tentu tidak sebentar, ada banyak perubahan yang telah terjadi, dari trend hingga tentu saja usia para aktor. Tapi bagi film ini hal tersebut terasa mudah karena Tom Cruise, bankable star yang berada di posisi sepuluh besar daftar the actors who has sold the most box office tickets in the United States since the 1960s itu seperti tidak menua secara fisik. Bagaimana dengan faktor lainnya? ‘Top Gun: Maverick’ : the pinnacle of ultra-fine airborne action.


Movie Review: The Lost Daughter (2021)

"We are obliged to do so many stupid things. From childhood, even."

Seorang anak adalah pusaran kecemasan, dan hal tersulit untuk dibicarakan adalah hal-hal yang kita sendiri tidak dapat mengerti. Kombinasi itu berpotensi membawa masalah bagi wanita yang baru saja menyandang status sebagai seorang Ibu, berawal dari baby blues kemudian depresi postpartum dan berakhir di psikosis postpartum, wanita akan terkejut ketika ia harus menjadi seorang anak perempuan namun juga Ibu secara bersamaan, struggling to be both. Titik awalnya adalah rasa tidak percaya diri namun jika perasaan seperti itu berkepanjangan maka dapat menyebabkan ibu jatuh dalam keadaan depresi dan berujung pada masalah mental. Film ini mencoba membawamu mengamati hal tersebut dengan menggunakan cermin dan kilas balik. The Lost Daughter’: a dodgy drama.


Review: Rules Don't Apply (2016)


"You’re an exception. The rules don’t apply to you."

Setiap kali karya terbarunya di mana ia merangkap lebih dari satu posisi di dalamnya muncul Warren Beatty selalu sukses mencuri perhatian, tidak heran pria yang merupakan seorang aktor, producer, sutradara, dan screenwriter itu hingga kini telah mengantongi 14 nominasi Academy Awards dengan satu kemenangan serta 18 nominasi Golden Globes Awards dengan enam kemenangan. Kali ini Warren Beatty kembali dengan berperan sebagai producer, sutradara, writer, dan juga aktor, sebuah romantic comedy-drama berjudul Rules Don't Apply yang mencoba bercerita tentang life and love. It’s a jovial but whimsical rom-com.

Review: Cymbeline (2015)


“Where is our daughter?”

Membentuk kembali Shakespeare's plays kedalam tampilan baru merupakan sebuah pekerjaan yang tidak mudah apalagi ketika ia tidak hanya dibentuk ulang namun diterjemahkan dan di modifikasi kedalam bentuk yang sedikit berbeda. Perlu sensitifitas yang begitu tinggi untuk dapat berhasil melakukan hal tersebut dengan baik, Kenneth Branagh berhasil melakukan itu di Henry V dan Hamlet, Joss Whedon dengan Much Ado About Nothing, serta Ralph Fiennes juga oke membentuk kembali Coriolanus, meskipun disisi lain tidak sedikit pula yang gagal atau kurang berhasil salah satunya play Romeo and Juliet, dan yang terbaru, Cymbeline.

Movie Review: Run All Night (2015)


“One night, and you’ll never have to see me again.”

Film action terbaru dari Liam Neeson setelah menyatakan pensiun sebagai pria yang berulang kali kehilangan anggota keluarganya ini merupakan kemasan yang ambigu. Diawal ia akan mampu menaikkan ekspektasi anda padanya, membuat anda bergumam “wah, ternyata cukup menarik,” sebuah perpaduan berbagai elemen klasik action thriller dan membentuk kekacauan yang cukup menyenangkan, a good enough mess. Namun sayangnya perlahan ia justru berubah dan menampilkan hasil yang kontradiktif sajian di bagian pembuka itu. Run All Night: like Joker trying to look thoughtful but ends quite dull. 

Movie Review: Planes: Fire & Rescue (2014)


"There's a time in your life when the world is on your side."

Banyak cara dalam mengambil keputusan apakah sebuah film layak untuk ditonton atau tidak, dari history berbagai elemen pembentuk film itu, atau hanya berdasarkan feeling. Nah, yang terakhir itu cukup riskan, bukankah feeling tidak selamanya benar? DisneyToon Studios tidak mengecewakan penonton yang tidak menggunakan hal kedua tadi, memberikan sebuah peningkatan yang cukup signifikan dari karya pertama yang mengecewakan itu. Planes: Fire & Rescue, a simply good treat for kids.

Movie Review: Snowpiercer (2013)


"I belong to the front, you belong to the tail."

Orang kaya bertindak sebagai penguasa, sedangkan kaum miskin berperan sebagai penderita. Kejam? Sebenarnya tidak, faktanya simbiosis tersebut kini tidak lagi menjadi sesuatu yang aneh, perlahan tampak seperti sebuah trend bahkan kewajiban yang berlaku pada banyak ekosistem masyarakat, karena kini melakukan tindakan humanisme sudah jauh dari kesan membanggakan. Hal tersebut akan anda temukan pada karya terbaru dari Bong Joon-Ho, salah satu sutradara terbaik yang dimiliki Korea Selatan. Snowpiercer, sebuah kritik implisit menggunakan bencana apokaliptik yang menakjubkan.   

Movie Review: Gravity (2013)


"Houston, I have a bad feeling about this mission."

Oke, jujur saja timbul sedikit rasa waspada ketika mencoba menjabarkan film ini kedalam rangkaian kalimat. Apakah karena mereka buruk? No, justru mereka indah, masalahnya adalah bagaimana cara agar pandangan itu tidak terlihat terlalu berlebihan karena tingkat kepuasan yang sedang berada di posisi tinggi akibat pengalaman sinematik yang ia berikan. Gravity, drama universal berisikan petualangan studi karakter dengan tema kehidupan, penuh dengan sentuhan seni yang mengagumkan, pesta visual yang indah, sederhana dalam kompleksitas, intens dalam intimitas. Awesome. Oscar.