Showing posts with label Jena Malone. Show all posts
Showing posts with label Jena Malone. Show all posts

Review: Nocturnal Animals [2016]


"It’s fun to kill people."

Tom Ford, seorang fashion designer, akrab dengan kontroversi serta image sophisticated sex appeal pada design yang ia ciptakan, enam tahun lalu menyutradari sebuah film berjudul ‘A Single Man’ yang berhasil membawa Colin Firth meraih nominasi Oscars. Pria yang berhasil “menghidupkan kembali" Gucci itu kini kembali dengan fitur keduanya sebagai sutradara, Nocturnal Animals, sebuah stylish psychological thriller. When ‘Hell or High Water’ meets ‘Maps to the Stars’ and ‘The Neon Demon’, it’s a stylish, sensual, and unique manipulation. It's a challenging film. 

Review: The Neon Demon (2016)


"You’re a dangerous girl."

Setelah berhasil meraih atensi penonton luas lewat sebuah kemarahan yang dikemas ramping, Drive, lalu kemudian memperoleh track sedikit menurun lewat Only God Forgives, sutradara Nicolas Winding Refn kembali mencoba bermain nakal dengan sinematik ekstrim di fitur terbarunya ini, The Neon Demon. Ini seperti usaha yang "lebih gila" dan sedikit lebih besar, mencoba menampilkan berbagai ide lewat obsesi seksual dan dunia modelling dalam sebuah psychological horror yang abstrak. Apakah ini melanjutkan baton dari Drive, atau baton dari Only God Forgives? Sadistic "pleasure" under the guise of art, The Neon Demon is an underbaked, flimsy, but glossy nonsense. It's like "confused Malick" have fun at discotheque.

Review: Inherent Vice (2014)


"Chotto, Kenichiro, Dozo! Motto panukeiku. Motto panukeiku!!"

Inherent Vice ini secara keseluruhan kurang lebih seperti karakter Freddie Quell di film Paul Thomas Anderson dua tahun lalu, The Master, berjalan dengan kesan penuh kebingungan, ada misteri dengan karakter yang terus mencari, terasa liar dan juga aneh, tapi ketika ia selesai ada klimaks yang memikat yang ia tinggalkan buat penontonnya. Celakanya Inherent Vice melakukan hal tersebut dengan level yang setingkat diatas, rasa bingung kental, kesan aneh dan liar juga kental, dan celakanya ini seperti berjalan-jalan bersama seorang teman dalam kondisi mabuk, unik dan lucu.