Showing posts with label Lee Jung-Jae. Show all posts
Showing posts with label Lee Jung-Jae. Show all posts

TV Series Review: Squid Game - Part 2


“Do you all trust me? I don't trust any of you.”

Para manusia yang terlilit hutang serta tidak mampu untuk membayar suatu hari seperti mendapat rejeki nomplok ketika mereka diundang untuk ikut serta di dalam sebuah survival game yang menjanjikan total hadiah sebesar 45,6 miliar won, jumlah yang sangat lebih dari cukup untuk membayar hutang mereka. Permainan tersebut terdiri dari enam babak dan jenis permainannya hanya permainan anak-anak yang sudah sangat familiar. Celakanya hanya akan ada satu orang pemenang dari total peserta 456 orang, yang berarti 100 juta won untuk satu nyawa peserta.


TV Series Review: Squid Game - Part 1

“Would you like to play a game with me?”

Para manusia yang terlilit hutang serta tidak mampu untuk membayar suatu hari seperti mendapat rejeki nomplok ketika mereka diundang untuk ikut serta di dalam sebuah survival game yang menjanjikan total hadiah sebesar 45,6 miliar won, jumlah yang sangat lebih dari cukup untuk membayar hutang mereka. Permainan tersebut terdiri dari enam babak dan jenis permainannya hanya permainan anak-anak yang sudah sangat familiar. Celakanya hanya akan ada satu orang pemenang dari total peserta 456 orang, yang berarti 100 juta won untuk satu nyawa peserta. (Warning: the following post might contains sensitive content)


Movie Review: Deliver Us from Evil (2020)

“You’ll die in my hands if you keep chasing me.”

Ketika berbicara tentang dunia kriminal berisikan penjahat dalam wujud gangster maka kesan kejam dan mengerikan menjadi dua hal yang terpatri di pikiran kita sebagai penonton. Darah di mana-mana, tembakan peluru hingga sayatan pisau dan juga pedang yang seolah tanpa pandang bulu melibas mangsa yang telah diincar. Menggunakan konsep hukum pembalasan an eye for an eye and a tooth for a tooth film ini mencoba mengulik kehidupan dunia hitam para pemain di dunia kriminal itu namun tentu saja dengan sentuhan a la film-film Korea Selatan, yaitu bersama dengan permainan emosi di dalamnya. ‘Deliver Us from Evil’ : a hollow sorrow with a lot of blow.


Movie Review: Operation Chromite [2016]


Liam Neeson in Korean movie? Wohooo. Itu respon pertama saya ketika mengetahui bahwa Bryan Mills akan tampil di film Korea, dia punya karisma yang keren dan harus diingat dia juga seorang bapak yang keren di ‘Taken’. Tapi pertanyaannya adalah apakah Liam Neeson mampu klik dengan baik di dalam kisah yang mengangkat sebuah peristiwa historis Korea ini? Operation Chromite (Incheonsangryookjakjun) sendiri mencoba bercerita tentang unsung heroes dari Korea di dalam sebuah operasi di The Battle of Inchon. Is it a good "tribute"?

Review: Assassination (2015)


Kita semua tahu bahwa semenjak hallyu mulai menjadi gelombang besar industri Korea semakin giat menciptakan gebrakan baru yang mencoba membawa industri terus naik ke level selanjutnya, meskipun harus diakui terkadang sangat mudah pula menemukan hasil yang terasa biasa saja karena di paksakan. Itu kesan pertama yang muncul dari Assassination ini, ia mencoba untuk menjadi sebuah kemasan yang megah bahkan menggunakan lineup cast yang di negara asalnya bahkan disebut The Avengers terbaru dari Korea itu untuk menggelitik isu nasionalis tapi beban memberikan kejutan berbeda.

Movie Review: The Face Reader (Gwansang) (2013)


Kesuksesan kerap kali dikaitkan sebagai hasil yang diperoleh dari kemampuan satu individu untuk mempergunakan kemampuan yang ia miliki dengan baik. Ya, dengan baik, karena ternyata kesuksesan bukan merupakan opsi tunggal yang tersedia dimana kemampuan tersebut dapat pula membawa kita masuk kedalam sebuah jeratan bahaya. Hal tersebut yang dibawa oleh The Face Reader (Gwansang), kisah history yang menarik, namun forgettable.    

Movie Review: New World (2013)

 

Trust no one. Kalimat itu tentu sudah sering terdengar dan mungkin telah menjadi sebuah standar bagi banyak kelompok yang menjadikan persaingan sebagai makanan utama sehari-hari mereka, yang pada akhirnya menjadikan loyalitas hanya tampak seperti sebuah bayangan dari tindakan profesionalitas. New World, persaingan mencapai tahta sebuah organisasi crime, penuh intrik yang menciptakan perang antar clan dengan balutan aksi spy disertai permainan hitam yang berlapis.