Showing posts with label Noomi Rapace. Show all posts
Showing posts with label Noomi Rapace. Show all posts

Movie Review: Lamb (2021)

“It's not a child. It's an animal.”

Anak jelas merupakan anugerah terindah bagi setiap orangtua yang normal, tidak heran banyak orangtua yang rela untuk melakukan apa saja untuk dapat membuat anak mereka bahagia, termasuk pula dengan menerima kekurangan sang anak yang mungkin dianggap rendah oleh orang lain namun merupakan hal indah bagi sang orangtua. Namun pertanyaannya adalah sebenarnya sejauh mana hak yang dimiliki orangtua untuk "menggunakan" sang anak untuk meraih kebahagiaan? Kisah tentang hubungan antara orang tua dan anak coba disajikan film ini dalam kombinasi antara family drama dan folk tale bertopengkan horror. ‘Lamb’: a slickly staged horror-masked marital drama.


Review: Child 44 (2015)


Mengubah novel menjadi sebuah film dengan durasi kisaran dua jam tentu saja bukan sebuah pekerjaan yang mudah, tapi disisi lain bukan pula pekerjaan yang susah. Ada yang menyebut mereka sebagai sesuatu yang tricky, ketika penulis dan sutradara tidak perlu lagi memikirkan bagaimana menciptakan bahan dan bentuk bagi cerita yang ingin mereka sampaikan, tapi disisi lain ia juga punya tugas agar bahan yang telah tersedia tadi dapat di bentuk atau dimasak menjadi sebuah hidangan yang pas, hidangan yang “tepat”. Child 44 bertemu dengan ambisi yang besar dalam hal tadi, yang sayangnya menghasilkan boomerang baginya.

Review: The Drop (2014)


There are some sins that you commit that you can't come back from, no matter how hard you try.”

Mungkin poster yang ia tampilkan itu menjadi salah satu boomerang bagi The Drop, karena dengan keberadaan tangan yang sedang menggenggam pistol ekspektasi yang penonton ciptakan adalah ini akan menjadi film crime dan drama dalam oktan tinggi, penuh adegan action dan ledakan yang menegangkan. The Drop memang pada akhirnya justru tampil sebaliknya, namun apa yang ia berikan berhasil menjadikannya salah satu drama menegangkan bertemakan kejahatan terbaik di tahun ini. 

Movie Review: Dead Man Down (2013)


Puluhan, bahkan mungkin ratusan kebaikan skala kecil yang anda ciptakan akan dengan mudah terlupakan ketika anda melakukan sebuah kesalahan dalam skala besar yang celakanya juga akan sangat memorable. Itu yang akan anda dapatkan dari Dead Man Down, karya berbahasa inggris pertama dari Niels Arden Oplev, sutradara The Girl With Dragon Tattoo (Män som hatar kvinnor), sebuah thriller dengan cita rasa eropa.

Movie Review: The Girl Who Kicked the Hornet's Nest (2009)


Seperti judulnya, The Girl Who Kicked the Hornet's Nest adalah sebuah hasil dari dampak domino yang harus dialami oleh Lisbeth Salander (Noomi Rapace) akibat semua kekacauan di dua film sebelumnya yang berpusat pada dirinya. Langsung menyambung cerita dari film kedua, Lisbeth seperti berada dalam sebuah sarang berisikan banyak madu yang terus dijaga oleh lebah-lebah yang punya dua tujuan yang berbeda, ingin melindunginya, dan disisi lain ingin menjatuhkannya untuk melindungi sebuah rahasia besar yang telah tersimpan puluhan tahun lamanya.

Movie Review: The Girl Who Played with Fire (2009)

 

Seperti yang kita ketahui, The Girl with the Dragon Tattoo tidak diakhiri dengan cara yang biasa. Ia memang sukses membongkar semua misteri yang dengan rapi telah dibangun sejak awal, dan menghadirkan sebuah penyelesaian yang solid dan jelas. Namun ada sebuah adegan yang sangat memorable di akhir cerita, ketika terjadi sebuah kasus dengan bukti berupa gambar cctv seorang wanita menggunakan wig blonde yang diduga menjadi dalang dari kasus tersebut. Dia adalah Lisbeth Salander, wanita yang ternyata bukan hanya memiliki tattoo, melainkan juga gemar bermain dengan api, bermain dengan masalah.

Movie Review: The Girl with the Dragon Tattoo (2009)


Millenium Series adalah sebuah kesuksesan dari Stieg Larsson, dan itu pula yang menjadikan Yellow Bird langsung mengadaptasi tiga novel tersebut kedalam bentuk film yang bahkan dirilis ditahun yang sama, 2009. Ini adalah bagian pertamanya, The Girl with the Dragon Tattoo, yang dibawah kendali Niels Arden Oplev berhasil membuat saya menyadari mengapa film adaptasinya itu akhirnya berhasil mendapatkan lima nominasi Oscar.

Movie Review: The Monitor (Babycall) (2011)



Anna (Noomi Rapace), bersama anaknya Anders (Vetle Qvenild Werring), pindah ke sebuah apartemen untuk menghindar dari ayah Anders, mantan suaminya. Anna sangat cemas jika suatu saat mantan suaminya itu akan datang, dan merebut Anders darinya. Anna semakin protektif terhadap Anders. Anna selalu menunggui Anders disekolah, bahkan Anders pun harus tidur dengannya. Dihantui rasa cemas yang sangat tinggi, menjadikan Anna sering berkhayal, yang justru semakin membawa Anna kedalam kehancuran.

Movie Review: Prometheus (2012)


Isle of Skye, Skotlandia, tahun 2093, ilmuwan bernama Elizabeth Shaw (Noomi Rapace) dan Charlie Holloway (Logan Marshall-Green), menemukan sebuah lukisan kuno yang membentuk susunan bintang. Dengan bantuan dari sponsor mereka Weyland Industries, perusahaan yang dipimpin oleh Peter Weyland (Guy Pearce), mereka melakukan perjalanan menggunakan pesawat luar angkasa bernama Prometheus. Mereka didampingi oleh Meredith Vickers (Charlize Theron), karyawan dari sponsor,  seorang robot bernama David (Michael Fassbender); Kapten Janek (Idris Elba), kapten kapal; dan beberapa kru. Perjalanan pun dimulai, dengan misi utama mencari tahu asal-usul dari penciptaan umat manusia.