“You’ll die in my hands if you keep chasing
me.”
Ketika berbicara tentang dunia kriminal berisikan penjahat dalam wujud gangster maka kesan kejam dan mengerikan menjadi dua hal yang terpatri di pikiran kita sebagai penonton. Darah di mana-mana, tembakan peluru hingga sayatan pisau dan juga pedang yang seolah tanpa pandang bulu melibas mangsa yang telah diincar. Menggunakan konsep hukum pembalasan an eye for an eye and a tooth for a tooth film ini mencoba mengulik kehidupan dunia hitam para pemain di dunia kriminal itu namun tentu saja dengan sentuhan a la film-film Korea Selatan, yaitu bersama dengan permainan emosi di dalamnya. ‘Deliver Us from Evil’ : a hollow sorrow with a lot of blow.

