Showing posts with label Tony Hale. Show all posts
Showing posts with label Tony Hale. Show all posts

Movie Review: Being the Ricardos (2021)

“I need you to help me save my marriage.”

Ketika kamera telah diinstruksikan rolling dan kata “action” terucap dari Sutradara, maka seorang aktor atau pemeran harus telah menjadi karakter yang ia mainkan dan mengesampingkan hal lain yang tidak berkaitan dengan lakon yang berlangsung itu. Hal tersebut mungkin terkesan simple namun sebenarnya tidak mudah apa lagi jika “hal lain” tadi berkaitan dengan masalah personal yang di dalamnya emosi serta amarah telah berkuasa. Sama seperti judulnya karakter utama film ini mencoba untuk tetap menjadi karakter yang ia perankan di sebuah television sitcom populer tidak peduli pada fakta bahwa dirinya mengalami guncangan akibat berbagai macam masalah yang seolah sengaja datang bersamaan. Being the Ricardos’: hit cruising altitude at peace.


Movie Review: Toy Story 4 (2019)


“To infinity...and beyond.”

Salah satu rasa cemas terbesar dari ide kemunculan ‘Toy Story 4’ yang mencoba kembali menyapa para penonton adalah: apakah perlu? Tiga film sebelumnya telah berhasil menjadi sebuah rangkaian yang sangat baik bagi kisah para mainan tersebut, dari kisah tumbuh menjadi dewasa hingga rasa sakit dari sebuah perpisahan. Namun ternyata dengan cerdik ‘Toy Story 4’ berhasil diramu menjadi sebuah proses lanjutan dari “kehidupan” Woody dan kawan-kawannya. ‘Toy Story 4’ : another "beautiful" goodbye.

Review: Alvin and The Chipmunks: The Road Chip (2015)


"You drive like my grandmother! Whoooo-hoooo! This is awesome!"

Mengapa aksi Alvin, Simon, dan Theodore yang tergabung dalam kelompok pecinta musik The Chipmunks masih bisa berhasil menjaga eksistensinya sejak pertama kali muncul tahun 2007 yang lalu? Jawabannya karena mereka telah menjadi karakter yang ikonik untuk “menghabiskan” satu setengah jam kosong milikmu, dan tentu saja karena mereka masih sukses menjadi mesin pencetak uang yang mampu meraih penghasilan empat hingga enam kali dari budget yang digunakan. Alvin and the Chipmunks: The Road Chip masih percaya bahwa kotoran dan kentut dapat menghibur selama 84 menit, lebih baik dari film ketiga, masih kalah dari film pertama, dan berada di level yang serupa dengan dua pendahulunya.

Review: American Ultra (2015)


"He killed two operatives with a spoon, sir."

Apakah kamu mengakui eksistensi sebuah perasaan yang disebut guilty pleasure? Contohnya ketika selesai menyaksikan sebuah film kamu akan menilai ia sebagai hiburan yang tidak istimewa, konyol, bahkan bodoh, tapi disisi lain kamu juga puas dengan sensasi atau hasil yang diberikan oleh film tersebut. Seperti itulah American Ultra ini, petualangan liar yang konyol, bodoh, tidak istimewa, namun anehnya mampu menghibur dan tidak menyebalkan. An enjoyable mess.