Selalu terdapat rasa tertarik yang besar pada setiap karya terbaru dari Xavier Dolan, filmmaker berusia 27 tahun yang telah sukses mencuri perhatian lewat karya-karyanya yang mampu menyajikan isu klasik ke dalam bentuk sebuah penggambaran yang “interesting”. Berhasil mencuri perhatian khalayak luas lewat ‘Mommy’ kini Dolan kembali lewat sebuah “drama” yang klasik namun terasa eclectic, It's Only the End of the World (Juste la fin du monde), perwakilan dari negara Kanada di kategori Best Foreign Language Film ada ajang Oscars. It’s an emotional dizziness.
Showing posts with label Vincent Cassel. Show all posts
Showing posts with label Vincent Cassel. Show all posts
Movie Review: Jason Bourne (2016)
That
guy, he’s back! Sebuah action spy thriller yang “cerdas” bersama eksekusi pulse-pounding yang intens, dapatkah hal
tersebut kembali ditemukan penonton dari “petualangan” a la Bourne di sini? Apakah “hello again” ini mampu mengangkat
kembali franchise ke posisi semula
atau justru kembali tergelincir seperti yang dialami oleh ‘The Bourne Legacy’ dan menjadi sebuah film action thriller kelas standar dan familiar yang minim kejutan? When an action hero back in a
looks-like-still-not-enough-cooked dish, Jason Bourne: The Bourne Redundancy.
Review: Child 44 (2015)
Mengubah novel menjadi
sebuah film dengan durasi kisaran dua jam tentu saja bukan sebuah pekerjaan
yang mudah, tapi disisi lain bukan pula pekerjaan yang susah. Ada yang menyebut
mereka sebagai sesuatu yang tricky, ketika penulis dan sutradara tidak perlu
lagi memikirkan bagaimana menciptakan bahan dan bentuk bagi cerita yang ingin
mereka sampaikan, tapi disisi lain ia juga punya tugas agar bahan yang telah
tersedia tadi dapat di bentuk atau dimasak menjadi sebuah hidangan yang pas,
hidangan yang “tepat”. Child 44 bertemu
dengan ambisi yang besar dalam hal tadi, yang sayangnya menghasilkan boomerang baginya.
Movie Review: Beauty and the Beast (2014)
“A life for a rose”
Ketika berbicara
tentang makna sesungguhnya universal power yang kita kenal dengan sebutan
cinta, mungkin Beauty and the Beast dapat menjadi contoh termudah, sebuah kisah
tentang love and redemption dimana seorang wanita dengan rupa cantik dan
menawan yang bersedia menerima cinta dari makhluk menyerupai monster buas yang
buruk rupa. Sayangnya film ini kurang mampu menjadi presentasi terbaru dari hal
tadi, Beauty and the Beast (La belle et
la bĂȘte), visual feast whose forget the fairy tale main charm.
Movie Review: Trance (2013)
Sebuah film dengan
cerita yang berlapis merupakan sebuah paket yang tidak mudah, baik dari si
pencipta dan juga bagi penonton. Namun ketika ia berhasil membangun kerumitan
dan kemudian mengurainya dengan cemerlang, hanya penilaian impresif yang layak
diberikan, sesuatu yang dimiliki Inception.
Danny Boyle mencoba menerapkan hal
tersebut, masih dengan cara yang ia miliki namun dengan sebuah kejutan yang
tidak terduga, nearly to be a good hypnotize movie, but now
with a powerful nonsense.




%2B(2014)%2Bposter.jpg)
+poster.jpg)