Showing posts with label Jennifer Lopez. Show all posts
Showing posts with label Jennifer Lopez. Show all posts

Movie Review: Marry Me (2022)

"But you can't marry an idea.”

“Cara Menjadi Istri NCT” berada di posisi enam dalam daftar “Bagaimana Cara” yang paling sering dicari di tahun 2021 berdasarkan “Year in Search” rilisan Google. Well, saya yakin bukan hanya fans atau “Para Istri” boyband tersebut saja tapi hal serupa juga menjadi angan-angan bagi banyak penggemar K-Pop lain, sesuatu yang terasa sangat lumrah karena jika ditarik ke lingkup yang lebih luas maka sebenarnya mimpi untuk bisa menjadi pasangan atau at least sebagai sosok penting dari hidup seorang selebritis favorit sudah eksis sejak lama. Menggunakan ketertarikan romantis tiba-tiba berupa cinta pada pandangan pertama film ini mencoba membangun kisah cinta antara seorang pria biasa dan wanita populer sedunia. ‘Marry Me’: a feel-good “like meets like” rom-com.


Movie Review: Ice Age: Collision Course [2016]


"We look so cool, like a ninja."

Secara logika jika kamu masih berhasil memperoleh keuntungan dari produk atau jasa yang kamu hasilkan atau lakukan sebenarnya wajar jika kamu tidak berniat untuk melakukan sebuah perubahan. Mencoba menjadi lebih baik tapi dengan risiko merugi atau meneruskan formula yang sama dan telah terbukti menguntungkan? Sudah sejak film kedua Blue Sky Studios menerapkan cara opsi pertama, recycling terhadap Ice Age dengan mengandalkan pesona karakter dengan aksi hyperactive mereka. Tiga film penerus Ice Age sebelumnya tidak semuanya terasa kurang menyenangkan, namun mayoritas dari mereka tidak berhasil berada di level yang sama dengan Ice Age. Ice Age: Collision Course?

Review: Home (2015)


"I do not fit in. I fit out."

DreamWorks Animation sepertinya masih berusaha untuk tidak menciptakan kesan terombang-ambing dari makna sesungguhnya dibalik nama yang mereka miliki, dimana film karya studio animasi yang menjadi pesaing serius bagi Disney dan Pixar ini masih belum mampu menciptakan image bagi penonton “film Dreamworks, pasti menawan.” Mimpi yang mereka ciptakan tidak selalu berhasil menciptakan hit di titik tertinggi, terlepas dari Shrek, Kung Fu Panda, dan How to Train Your Dragon, Dreamworks lebih sering menelurkan animasi standard yang akan dikenang karena warna-warna indah yang mereka berikan. Home, satu-satunya rilisan Dreamworks tahun ini, bergabung kedalam kelas tadi.

Review: The Boy Next Door (2015)


"A moment she couldn't resist. An obsession he can't control."

Tidak perduli kamu pria maupun wanita kita semua tahu satu situasi yang tidak dapat di hindari pada tahap awal perkenalan, wanita akan terkesan jual mahal dan penuh misteri. Bukan berarti hal tersebut berlaku secara general tapi yang saya tahu kami para wanita senang melakukan hal tersebut untuk menambah ketertarikan para pria. Tapi imo cara tersebut sangat tabu untuk dilakukan dalam waktu yang lama, karena bukannya malah tertarik terlalu lama menunggu akan membuat para pria pergi dan menjauh. Itu yang dialami film ini mencoba tampak misterius namun celakanya menjadi sebuah erotic thriller yang memberikan penonton tawa negatif. The Boy Next Door, from the producer who brought you Whiplash.

Movie Review: Ice Age: Continental Drift (2012)


Continental Drift adalah proses pecahnya satu dataran yang sangat luas yang terjadi dimasa purbakala, menjadi beberapa bagian dengan ukuran lebih kecil yang saat ini kita kenal sebagai benua. Lupakan sejenak teori ilmiah tentang penyebab perpecahan itu. Dalang utamanya adalah The Scrat!! The Scrat masih dengan kebiasaan lamanya, mengejar biji pohon ek, yang sejak film pertama memiliki kekuatan magis yang dapat membelah daratan. The Scrat masuk hingga ke inti bumi, yang menjadi awal mula terjadinya continental drift.