Showing posts with label Andrew Scott. Show all posts
Showing posts with label Andrew Scott. Show all posts

Movie Review: 1917 (2019)



“I hoped today would be a good day. Hope is a dangerous thing.”

Apa yang kamu harapkan diberikan oleh sebuah film yang mengangkat tema peperangan? Kekacauan dan teror adalah contoh dua aspek penting dari war film, seberapa mampu ia membawa penonton masuk ke dalam medan peperangan tersebut untuk kemudian mengelilingi mereka dengan berbagai kekacauan dan meninggalkan kesan menakutkan dan teror setelahnya. Experience, itu salah satu elemen penting dari sebuah war film, elemen yang di tahun 2017 lalu sukses diberikan oleh ‘Dunkirk’. Bagaimana dengan film ini? ‘1917’ : a lovely battlefield experience.

Movie Review: Denial [2016]


"I think I called him a liar and also fire of history."

Salah satu hal yang menjadi bagian dari sejarah di masa lalu dan dapat kita temukan di kehidupan sekarang ini adalah mereka yang mencoba untuk “menolak” eksistensi dari berbagai peristiwa maupun aksi yang sebelumnya pernah terjadi. Memang ada arsip tapi hal tersebut tidak serta merta akan membuat opini dan ideologi dari semua orang otomatis akan sama sehingga akan selalu ada deniers di sana. Hal tersebut coba diceritakan oleh film ini, Denial, dengan menggunakan peristiwa Holocaust sebagai bahan utamanya dan berdasarkan dari sebuah kisah nyata yang berisikan moral integrity di dalamnya. It’s a compelling courtroom drama.

Review: Sherlock: The Abominable Bride (2016)


"Dead is the new sexy."

Secara personal saya punya hubungan cinta dan benci dengan series Sherlock, terdapat beberapa episode dari kumpulan kisah misterius penuh liku-liku plot cerdas yang meninggalkan rasa “mengganggu” meskipun mayoritas di antara mereka sukses menyajikan sebuah petualangan mendebarkan dan penuh gairah untuk diikuti dan diamati. Tidak tahu pasti apa maksud edisi special berjudul Sherlock: The Abominable Bride ini hadir di awal tahun ini, namun masih dengan teka-teki yang menarik berhasil memberikan sebuah penyegaran kecil yang menyenangkan.

Review: Victor Frankenstein [2015]


"You know the story."

Frankenstein yang merupakan karakter yang punya pengaruh besar terkait mitos penciptaan, seorang ilmuwan dengan rasa cinta pada eksistensi “kemungkinan” yang kemudian membuatnya berusaha untuk menghidupkan mayat, menghadirkan malapetaka bagi semua orang. Victor Frankenstein mencoba membawa kamu bertemu kembali dengan Frankenstein namun lewat presentasi yang berbeda, memutar sudut pandang dengan sentuhan modern. Pertanyaan yang muncul sangat sederhana, apakah keputusan tersebut berhasil membawa penonton bertemu dengan Frankenstein yang “menyenangkan”?

Review: Pride (2014)


"Every woman is a lesbian at heart!"

Seperti judul yang ia miliki, Pride bisa jadi merupakan salah satu kebanggaan dari dunia perfilman British di tahun ini. Bagaimana tidak ketika ia memiliki banyak warna yang berhasil dicampur atau disatukan dengan baik, ia punya drama yang terasa hangat tapi juga tetap berhasil membuat masalah yang ia punya terasa serius, ia juga punya komedi lucu yang mampu membuat penonton tertawa dalam kadar yang pas, dan mereka bersatu didalam narasi yang berjalan dengan cepat dan meriah, kombinasi style dan substance yang manis.

Movie Review: Locke (2013)


“You make one mistake, the whole world comes crushing down around you.”

No matter what the situation is, you can make it good. Bukankah kalimat tadi memberikan kesan yang sangat positif, seolah menjadi penggambaran lain dari bagaimana semua masalah yang tercipta sesungguhnya punya jalan keluar yang juga telah eksis dan menanti kita untuk menemukannya. Tapi tekanan terkadang yang menjadikan kalimat tersebut tidak semudah yang kita bayangkan, air berubah menjadi api, yang waras dapat menjadi gila. Penggabungan dua teori tersebut yang dihadirkan secara sederhana oleh film ini, Locke, bold and smart experimental character study about human vs trouble. The power of storytelling, Buried in a car.