Apa
yang kamu harapkan diberikan oleh sebuah film yang mengangkat tema peperangan?
Kekacauan dan teror adalah contoh
dua aspek penting dari war film, seberapa
mampu ia membawa penonton masuk ke dalam medan peperangan tersebut untuk
kemudian mengelilingi mereka dengan berbagai kekacauan dan meninggalkan kesan
menakutkan dan teror setelahnya. Experience, itu salah satu elemen
penting dari sebuah war film, elemen
yang di tahun 2017 lalu sukses diberikan oleh ‘Dunkirk’. Bagaimana dengan film ini? ‘1917’ : a lovely battlefield experience.
Showing posts with label Andrew Scott. Show all posts
Showing posts with label Andrew Scott. Show all posts
Movie Review: Denial [2016]
Salah satu hal yang menjadi bagian dari sejarah di masa lalu dan dapat kita temukan di kehidupan sekarang ini adalah mereka yang mencoba untuk “menolak” eksistensi dari berbagai peristiwa maupun aksi yang sebelumnya pernah terjadi. Memang ada arsip tapi hal tersebut tidak serta merta akan membuat opini dan ideologi dari semua orang otomatis akan sama sehingga akan selalu ada deniers di sana. Hal tersebut coba diceritakan oleh film ini, Denial, dengan menggunakan peristiwa Holocaust sebagai bahan utamanya dan berdasarkan dari sebuah kisah nyata yang berisikan moral integrity di dalamnya. It’s a compelling courtroom drama.
Review: Sherlock: The Abominable Bride (2016)
"Dead is the new sexy."
Secara personal saya
punya hubungan cinta dan benci dengan series Sherlock, terdapat beberapa episode dari kumpulan kisah misterius
penuh liku-liku plot cerdas yang meninggalkan rasa “mengganggu” meskipun
mayoritas di antara mereka sukses menyajikan sebuah petualangan mendebarkan dan
penuh gairah untuk diikuti dan diamati. Tidak tahu pasti apa maksud edisi
special berjudul Sherlock: The Abominable
Bride ini hadir di awal tahun ini, namun masih dengan teka-teki yang
menarik berhasil memberikan sebuah penyegaran kecil yang menyenangkan.
Review: Victor Frankenstein [2015]
"You know the story."
Frankenstein
yang merupakan karakter yang punya pengaruh besar terkait mitos penciptaan,
seorang ilmuwan dengan rasa cinta pada eksistensi “kemungkinan” yang kemudian
membuatnya berusaha untuk menghidupkan mayat, menghadirkan malapetaka bagi
semua orang. Victor Frankenstein
mencoba membawa kamu bertemu kembali dengan Frankenstein namun lewat presentasi
yang berbeda, memutar sudut pandang dengan sentuhan modern. Pertanyaan yang
muncul sangat sederhana, apakah keputusan tersebut berhasil membawa penonton
bertemu dengan Frankenstein yang
“menyenangkan”?
Review: Pride (2014)
"Every woman is a lesbian at heart!"
Seperti judul yang ia miliki, Pride bisa jadi merupakan salah satu kebanggaan dari dunia
perfilman British di tahun ini.
Bagaimana tidak ketika ia memiliki banyak warna yang berhasil dicampur atau
disatukan dengan baik, ia punya drama yang terasa hangat tapi juga tetap
berhasil membuat masalah yang ia punya terasa serius, ia juga punya komedi lucu
yang mampu membuat penonton tertawa dalam kadar yang pas, dan mereka bersatu
didalam narasi yang berjalan dengan cepat dan meriah, kombinasi style dan substance yang manis.
Movie Review: Locke (2013)
“You make one mistake, the whole world comes crushing
down around you.”
No matter what
the situation is, you can make it good. Bukankah kalimat tadi memberikan kesan yang sangat positif, seolah
menjadi penggambaran lain dari bagaimana semua masalah yang tercipta
sesungguhnya punya jalan keluar yang juga telah eksis dan menanti kita untuk
menemukannya. Tapi tekanan terkadang yang menjadikan kalimat tersebut tidak
semudah yang kita bayangkan, air berubah menjadi api, yang waras dapat menjadi
gila. Penggabungan dua teori tersebut yang dihadirkan secara sederhana oleh
film ini, Locke, bold and smart
experimental character study about human vs trouble. The power of storytelling,
Buried in a car.





%2Bposter.jpg)
+poster.jpg)