Showing posts with label Andy Serkis. Show all posts
Showing posts with label Andy Serkis. Show all posts

Movie Review: The Batman (2022)

“Fear is a tool.”

Apakah kita butuh Batman baru? Sekitar sepuluh tahun yang lalu Christian Bale menyudahi penampilannya menggunakan kostum Batman di film 'The Dark Knight Rises', namun karakter tersebut tidak mati. Ben Affleck kemudian masuk mengisi posisi kosong itu sebagai The Dark Knight, bermula di 'Batman v Superman: Dawn of Justice' dan lantas berlanjut ke 'Justice League'. Dan itu belum menghitung di era sebelum 2000s ketika karakter Gotham Knight itu pernah diperankan oleh enam orang aktor berbeda. So, kini dengan munculnya Robert Pattinson otomatis daftar pemeran The World's Greatest Detective itu bertambah semakin panjang. Apakah terlalu banyak? Not at all! ‘The Batman’: dare, defy, deliver.


Movie Review: Venom: Let There Be Carnage (2021)

“Emotional pain, it hits much harder, and it lasts longer.”

Karakter Venom pernah muncul di film ‘Spider-Man 3’ tahun 2007 namun sekedar tempelan belaka, memang diperuntukkan oleh Sutradara Sam Raimi hanya “to make some of the real die-hard fans of Spider-Man finally happy.” President Marvel kala itu, Avi Arad, meminta Sam Raimi untuk tidak hanya fokus pada his favorite villains characters, “to incorporate Venom, to listen to the fans. Venom is the fan favorite. All Spider-Man readers love Venom.” Pesona Venom memang serupa Deadpool tapi butuh 11 tahun bagi Venom untuk pada akhirnya membuktikan pernyataan Avi Arad tadi, tiga tahun lalu menjadi box office success meskipun dari segi cerita dan tone tidak terasa kuat, termasuk koneksinya dengan Spider-Man. Motion capture maestro Andy Serkis didampuk sebagai Sutradara dan kali ini Venom ikut menulis cerita. ‘Venom: Let There Be Carnage’ : a compact enrichment.


Movie Review: Star Wars: The Force Awakens (2015)


"Chewie, we're home."

Membangunkan kembali salah satu franchise paling terkenal di bumi setelah tertidur selama sepuluh tahun bukan pekerjaan yang sulit, namun jika disertai dengan kewajiban untuk memperbaiki citra atau image yang sempat dibawa turun satu level oleh tiga buah prekuel adalah bukan sebuah tugas yang mudah. Seperti judul yang ia gunakan, The Force Awakens merupakan upaya kebangkitan yang dilakukan oleh Star Wars, memberikan perputaran dan nafas yang baru dan segar dengan mencampur old and new, sebuah nostalgia penuh sukacita bagi fans yang tetap mampu membuat penonton baru untuk jatuh cinta. Star Wars: The Force Awakens, a new hope in a new start.

Movie Review: Dawn of the Planet of the Apes (2014)


"Apes do not want war!"

Dawn of the Planet of the Apes menjadi bukti terbaru bagaimana sebuah film dengan status blockbuster yang hadir di periode summertime tetap mampu atau dapat memberikan hiburan yang menyenangkan tanpa harus secara total mengesampingkan substance demi style, tanpa perlu mengorbankan dirinya untuk tampil kelewat “bodoh” agar dapat menyenangkan penontonnya.  Tidak perlu penjelasan panjang lebar di paragraf pembuka ini, it’s surely this year one of the best so far. Welcome to “modern” blockbuster era btw. Dawn of the Planet of the Apes, a very good humanity message from simple friction between humans and speaking monkeys. Engaging.

Movie Review: The Hobbit: An Unexpected Journey (2012)


Setelah tertidur hampir 9 tahun sejak terakhir kali ia muncul, akhirnya para hobbit itu kembali. Meraih 11 piala Oscar di film terakhirnya, menjadikan beban yang diemban The Hobbit sangat besar. Ini adalah prekuel dari The Lord of the Rings trilogy, kembali ke 60 tahun sebelum LOTR, dimana Bilbo Baggins (Martin Freeman) didatangi oleh Gandalf (Ian McKellen), dan diminta bergabung bersama 13 kurcaci lainnya untuk merebut kembali harta karun yang diambil oleh Smaug sang naga.