Showing posts with label Bella Thorne. Show all posts
Showing posts with label Bella Thorne. Show all posts

Movie Review: The Babysitter: Killer Queen (2020)


“Getting what you want without actually working for it is ultimately unrewarding. Especially with love.”

‘The Babysitter’ merupakan sebuah kejutan yang manis di tahun 2017 di mana kala itu charm terbesar yang membuatnya terasa memorable adalah bagaimana materi klasik dan familiar dari genre horror berhasil digabungkan bersama teen comedy penuh dengan okultisme dan slasher yang lucu serta mengerikan dalam gerak yang terasa energik. Tidak heran jika akhirnya muncul kisah lanjutannya di film ini, upaya melanjutkan seraya eksploitasi terhadap celah yang masih tersisa di dalam cerita. ‘The Babysitter: Killer Queen’ : why are you so late, Bee?


Review: Alvin and The Chipmunks: The Road Chip (2015)


"You drive like my grandmother! Whoooo-hoooo! This is awesome!"

Mengapa aksi Alvin, Simon, dan Theodore yang tergabung dalam kelompok pecinta musik The Chipmunks masih bisa berhasil menjaga eksistensinya sejak pertama kali muncul tahun 2007 yang lalu? Jawabannya karena mereka telah menjadi karakter yang ikonik untuk “menghabiskan” satu setengah jam kosong milikmu, dan tentu saja karena mereka masih sukses menjadi mesin pencetak uang yang mampu meraih penghasilan empat hingga enam kali dari budget yang digunakan. Alvin and the Chipmunks: The Road Chip masih percaya bahwa kotoran dan kentut dapat menghibur selama 84 menit, lebih baik dari film ketiga, masih kalah dari film pertama, dan berada di level yang serupa dengan dua pendahulunya.

Review: The DUFF (2015)


"Every DUFF has their day."

Kamu pasti tahu dengan kalimat-kalimat berikut ini, dari “jika ingin terlihat atau menjadi pintar maka bertemanlah dengan orang-orang pintar” atau “jika ingin menjadi terkenal maka bertemanlah dengan orang-orang yang terkenal”. Tapi ada satu kata yang terhitung cukup sulit untuk dirangkai menggunakan pola tadi, yaitu cantik. Yang terjadi dengan kata cantik justru sebaliknya, “jika ingin terlihat cantik maka bertemanlah dengan orang-orang yang tidak cantik”, dan The Duff berhasil mengolah konsep tersebut menjadi sebuah komedi dangkal yang manis, dari The Breakfast Club, kemudian Mean Girls, hingga Easy A.

Review: Alexander and the Terrible, Horrible, No Good, Very Bad Day (2014)


"One day can change everything."

Tidak seperti judulnya yang punya empat suku kata dengan makna buruk, film produksi Disney ini secara mengejutkan justru tidak memberikan pengalaman yang begitu buruk bagi penontonnya. Memang bodoh, dangkal, klise, apapun itu sebutan untuk sesuatu yang tidak baru dan standard, tapi dengan berbagai pengulangan yang di eksekusi dengan berani itu Alexander and the Terrible, Horrible, No Good, Very Bad Day justru mampu memberikan hiburan yang manis, hiburan konyol yang tidak serta merta benar-benar kosong tanpa memberikan sesuatu yang penting bagi penontonnya.   

Movie Review: Blended (2014)


"Because alone time can sometime take a long time."

Nicolas Cage bukan satu-satunya aktor yang dapat menjadi wakil dari istilah kehidupan seperti sebuah roda yang berputar di Hollywood sana, mereka masih punya Adam Sandler, aktor dan komedian yang di era 90-an berhasil membangun karir tapi beberapa tahun ini mulai kehilangan pesona dan murni mengandalkan kekuatan fanbase dan image lamanya itu untuk menarik perhatian pada film terbarunya. Mengapa Sandler masih berada di bawah? Karena ia juga masih menolak untuk berubah.