Showing posts with label Benjamin Bratt. Show all posts
Showing posts with label Benjamin Bratt. Show all posts

Review: The Infiltrator (2016)


“One wrong move and we’re dead!”

Tidak peduli seberapa sederhana atau klasik materi yang ia miliki selalu menarik menyimak kemana hal tersebut akan dibawa oleh sang sutradara dan penulis naskah. Hal wajib yang harus mereka lakukan adalah tidak hanya membuat penonton mengerti intention atau tujuan yang terkandung di dalam cerita tapi juga mengolah cerita tersebut untuk mencapai hasil akhir sesuai atau setidaknya tidak begitu jauh dari potensi maksimal. Hal tersebut merupakan “impresi” paling kuat yang ditinggalkan oleh film ini, menggunakan upaya penyamaran untuk masuk ke dalam sebuah dunia kriminal yang berbahaya ‘The Infiltrator’ is a “mild” crime drama with award-worthy performances.

Review: Ride Along 2 (2016)


"My nerves is bad, man! Oh my God! Here, zombie! Headshot, Walking Dead!"

Dua tahun lalu Ride Along kala itu berhasil meraih rekor sebagai the highest domestic opening weekend gross di bulan Januari, dan dengan modal $25 juta berhasil meraih pencapaian box office sebesar $154.5 juta, enam kali lipat dari budgetnya. So, dengan kesuksesan tersebut sekuel tentu menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk dihindari karena secara tidak langsung Ride Along telah berhasil menjadi sebuah mesin pencetak keuntungan yang menjanjikan. Tapi bukannya dirawat mesin itu justru menemukan kendala besar di sekuelnya, yang tentu saja tidak tampil dengan nama berbeda, Ride Along 2.

Movie Review: Cloudy with a Chance of Meatballs 2 (2013)


Sedikit membingungkan untuk memulai bagian pembuka ini, karena meskipun punya beberapa pesan dalam skala kecil yang sesungguhnya masih berada pada level cukup baik, faktanya Cloudy with a Chance of Meatballs 2 tidak memiliki satu hal yang kuat dan kokoh dari cerita yang ia tampilkan, sebuah pelajaran bermakna yang kerap saya gunakan sebagai materi pada bagian ini. Cloudy with a Chance of Meatballs 2, murni sebuah pertunjukan visual.   

Movie Review: Despicable Me 2 (2013)


Tiga anak perempuan sibling yatim piatu, di adopsi oleh seorang pria botak berhidung mancung yang berupaya mencuri bulan bersama sekumpulan makhluk aneh berbentuk banana. Despicable Me, sebuah hit di tahun 2010 yang memang tidak dapat mengguncang keperkasaan Toy Story 3, namun dengan sangat mudah berhasil meninggalkan sebuah kenangan impresif bagi penontonnya, mereka fokus, menggemaskan, menyentuh, dan tampil lucu lewat tingkah konyol. Despicable Me 2, lucu, namun kehilangan beberapa materi dari kenangan tadi.