Showing posts with label Douglas Booth. Show all posts
Showing posts with label Douglas Booth. Show all posts

Review: Pride and Prejudice and Zombies [2016]


"Daughters do not dance well with masticated brains."

Ide dari novel Pride and Prejudice and Zombies yang mencoba menulis ulang kisah klasik karya Jane Austen dengan modifikasi kecil berupa menambahkan zombie ke dalam cerita merupakan sebuah tindakan yang walaupun kamu tidak pernah membacanya pasti akan menimbulkan rasa penasaran yang begitu besar. Apa yang akan dilakukan oleh para zombie di dalam kisah yang berasal dari sebuah novel of manners yang mencoba membawa pembacanya lebih ke arah berpikir serta menghargai isu tentang kelas sosial? Manusia vs zombie? Ya, benar, Pride and Prejudice and Zombies merupakan panggung sandiwara antara zombie dengan manusia.

Review: The Riot Club (Posh) (2015)


"I'm sick to fucking death.. of poor people!"

Kamu pasti pernah menemukan kalimat dengan inti seperti berikut ini, “kita tidak hanya belajar menjadi sosok yang lebih baik dari hal-hal positif yang kita temui, karena hal-hal negatif juga punya power yang sama besar untuk membawa kita menjadi individu yang lebih baik lagi.” Secara garis besar hal tersebut yang coba di sajikan oleh The Riot Club (Posh) kepada penontonnya, membuat kamu semakin mencintai kehidupan dengan menyaksikan para pria yang mencintai kehidupan mereka dengan cara yang “rotten”.

Movie Review: Jupiter Ascending (2015)


"Some lives will always matter more than others."

Karya terbaru dari creator The Matrix trilogy ini merupakan contoh paling baru bagaimana ekspektasi berperan besar pada penilaian akhir setiap penonton pada hiburan yang baru saja mereka peroleh. Film ini dijadwalkan rilis pada bulan juli tahun lalu namun secara mendadak yang juga sukses menghasilkan kejutan adalah ia lantas di tendang jauh kebelakang untuk kemudian rilis pada awal bulan ini. Boom, pasti kualitasnya buruk, begitu penilaian paling klasik dari para penikmat film, termasuk saya yang akhirnya tidak memasang ekspektasi rendah namun justru menaruhnya di titik paling rendah, keputusan yang ternyata terhitung tidak buruk. Jupiter Ascending: space telenovela without Ana, Marimar, Esmeralda, Paulina, Rosalinda, and of course Betty La Fea.

Movie Review: Noah (2014)



"The beginning! The beginning of everything!"


Andai saja tidak ada nama Darren Aronofsky di posisi sutradara serta jajaran aktor dan aktris papan atas di divisi akting, film dengan status sebagai biblically-inspired ini mungkin sama saja nasibnya dengan Son of God yang ceritanya juga sama-sama memakai nabi Allah sebagai bahan cerita. Directing style Aronofsky itu yang menarik, mengedepankan akting dan narasi dengan sedikit style yang manis, namun sayangnya kali ini ia mulai bermain lebih jauh dengan CGI yang menjadikan dua hal diawal tadi jadi terasa lemah, sesuatu yang tanpa ia sadari membuka pintu masuk bagi berbagai potensi kontroversi. Noah, brave but unbalance interpretation.