Showing posts with label Dustin Hoffman. Show all posts
Showing posts with label Dustin Hoffman. Show all posts

Review: The Program [2015]


"Attack without mercy, keep your head down and don't look back."

Dari kesuksesan mengalahkan kanker ganas hingga menjadi juara dunia balap sepeda dengan pencapaian tujuh gelar bergengsi Tour de France secara berturut-turut, sulit untuk tidak mengagumi sosok bernama Lance Armstrong, ikon besar di dunia balap sepeda yang sama seperti Michael Phelps di olahraga renang prestasi yang ia capai begitu mudah meninggalkan impresi “too good to be true” bagi penonton dan mulai mempertanyakan bakat miliknya. The Program mencoba menggambarkan sosok yang berhasil mengubah rasa kagum menjadi shock besar di tahun 2012 yang lalu ini, saint to sinner, sebuah "kecurangan" besar dalam sejarah olahraga.

Review: Kung Fu Panda 3 (2016)


"If you only do what you can do, you'll never be better than what you are."

Rentang waktu lima tahun memang tidak singkat, namun tidak seperti Sherk yang perlahan mulai kehilangan pesona di sekuel yang silih berganti hadir film ketiga dari Kung Fu Panda ini justru berhasil melakukan hal sebaliknya. Kung Fu Panda 3 merupakan kelanjutan penuh “respect” kepada Po dan keluarga panda serta teman-teman binatangnya itu, masih dengan karakter yang memiliki pesona serta humor yang penuh energy berhasil menjadi sebuah animasi yang tidak hanya memperdaya penonton lewat visual namun juga cerita yang mengandalkan isu sikap positif. We missed you, Po. Welcome back.

Review: The Cobbler (2015)

 

"Leave your life in someone else's shoes.”

Mungkin teka-teki apakah Adam Sandler masih punya starpower sekarang sama menariknya dengan misteri apakah segitiga Bermuda benar-benar punya kekuatan magis, bahkan jika harus dibandingkan dengan pertanyaan apakah alien itu ada? Alasannya adalah karena Adam Sandler seperti perahu yang terombang-ambing di lautan lepas dan terus berhadapan dengan terjangan ombak besar tapi anehnya ia masih tetap bisa berlayar. Hal pertama yang terlintas setiap kali hendak menyaksikan film terbarunya (termasuk The Cobbler) adalah apakah film tersebut mampu membawa Adam Sandler keluar filmography monoton miliknya yang semakin lesu dalam hal kualitas? Impresi awal yang sangat menyedihkan.

Movie Review: Chef (2014)


"Starting from scratch never tasted so good."

Meskipun kecil Chef bukan sebuah langkah mundur dari Jon Favreau setelah sebelumnya menjadi sutradara film dengan budget besar seperti Iron Man dan Cowboys & Aliens, serta menjadi bagian dari tim produksi The Avengers. Dapat dikatakan Chef menjadi tempat bagi Jon Favreau untuk sejenak mencari udara segar dari gegap gempita hubungannya dengan Marvel, mengambil tema makanan serta permasalahan utama pada koki untuk menciptakan perjalanan bersenang-senang bersama makanan yang terasa hangat dan santai, tapi juga memiliki isi yang menarik sehingga tidak sekedar menjadi sebuah food eye candy.   
 

Movie Review: Quartet (2012)


Mungkin terkesan klise dan bahkan akan ada beberapa yang menganggap hal ini begitu cheesy, namun sesungguhnya tidak ada yang mampu menghalangi kekuatan yang dimiliki oleh cinta selama nafas anda masih berhembus, bahkan usia sekalipun. Yak, mungkin itu yang ingin disampaikan oleh Quartet, film yang juga menjadi debut Dustin Hoffman sebagai sutradara, mengangkat tema musisi di usia senja.