Kurang lebih empat
tahun lalu Peter Jackson mencoba
menciptakan gebrakan baru dengan The Hobbit: An Unexpected Journey yang menggunakan frame rate shooting dan
proyeksi 48 fps, teknologi “High Frame
Rate” yang juga ingin digunakan oleh James
Cameron pada sekuel Avatar. Belum
semua bioskop “mampu” mengakomodasi teknologi tersebut sehingga film dikonversi
ke 24 fps, namun kemudian muncul Ang Lee
yang mencoba melipatkan gandakan pencapaian Peter Jackson tadi dengan Billy Lynn’s Long Halftime Walk yang
menggunakan HFR 120 fps in 3D at 4K HD resolution. One day teknologi itu akan menjadi hal yang umum di industri film, but for now? It’s a composed and flashy but flimsy and fake-ish drama.
Showing posts with label Garrett Hedlund. Show all posts
Showing posts with label Garrett Hedlund. Show all posts
Movie Review: Unbroken (2014)
"If you can take it, you can make it."
Pernyataan terkait
keinginannya untuk pensiun dari dunia film sebagai aktris tentu saja menjadikan
kita semakin yakin bahwa Angelina Jolie
sudah jatuh cinta untuk berkarya di balik layar sebagai sutradara, profesi yang
sudah ia mulai tiga tahun yang lalu. Ada sebuah pertumbuhan yang menarik dari
seorang Angelina Jolie di film
keduanya sebagai sutradara ini namun sayangnya ibarat seorang pematung ia
merupakan sosok yang mampu mengolah sebongkah kayu menjadi berbagai bentuk yang
menarik tapi celakanya ia belum mampu memolesnya untuk tampak menarik dan
memikat dalam jangka waktu yang lama. Unbroken,
a stiff biography which can't toying his audience.


%2Bimage%2Bposter.jpg)