Dua film pertama sangat faithful terhadap sumber cerita, kemudian dua film selanjutnya berhasil untuk tidak berakhir dengan status yang sama seperti dua film pertama, dan film kelima ini take the liberties naik satu level lebih tinggi terhadap petualangan Harry Potter pada media film, hal yang kemudian membuat respon terhadap output yang ia hasilkan menjadi split terutama pada lovers of the book yang kecewa karena berbagai “aspek” di dalam novel tidak hadir di dalam film. Berikut adalah film kelima dari Harry Potter film series, Harry Potter and the Order of the Phoenix, a darker and better metaphors about a growing up hero.
Showing posts with label Imelda Staunton. Show all posts
Showing posts with label Imelda Staunton. Show all posts
Movie Review: Paddington (2014)
"Families always stick together."
Film yang merupakan
kolaborasi dua production company dari UK
dan Perancis (Heyday Films dan StudioCanal)
dimana satu diantara mereka merupakan sosok penting di balik salah satu film
series paling popular bernama Harry
Potter ini seperti jawaban atas kerinduan penonton pada sebuah film
keluarga di akhir tahun. Bukan menandakan bahwa beberapa tahun terakhir tipe
family movie menjadi arena yang kering namun sulit untuk menemukan film yang
mampu membawa kita kembali merasakan hiburan akhir tahun misalnya seperti yang
di berikan Home Alone di layar
televisi Indonesia hampir setiap tahunnya, hiburan yang sederhana dan menyenangkan. Paddington, a fun adventure with happy
little bear.
Review: Pride (2014)
"Every woman is a lesbian at heart!"
Seperti judul yang ia miliki, Pride bisa jadi merupakan salah satu kebanggaan dari dunia
perfilman British di tahun ini.
Bagaimana tidak ketika ia memiliki banyak warna yang berhasil dicampur atau
disatukan dengan baik, ia punya drama yang terasa hangat tapi juga tetap
berhasil membuat masalah yang ia punya terasa serius, ia juga punya komedi lucu
yang mampu membuat penonton tertawa dalam kadar yang pas, dan mereka bersatu
didalam narasi yang berjalan dengan cepat dan meriah, kombinasi style dan substance yang manis.
Movie Review: Maleficent (2014)
"But if I know you, I
know what you’ll do."
Lupakan sejenak
keberadaan Angelina Jolie di posisi
terdepan, pertanyaan pertama yang hadir dari Maleficent adalah apa yang ia ingin gambarkan mengingat statusnya
sendiri yang merupakan seorang villain?
Kejahatan? Ternyata tidak, ini bukan film dimana penjahat murni hanya
menjalankan tugasnya sebagai penjahat di panggung utama, karena secara
mengejutkan ia punya kehangatan sederhana sebuah cinta pada dongeng yang telah
mendapat sedikit perputaran kecil itu. Maleficent,
a good enough brave and modern fairytale reimagining.


%2Bposter.jpg)
%2Bposter.jpg)
+poster.jpg)