Showing posts with label Jennifer Connelly. Show all posts
Showing posts with label Jennifer Connelly. Show all posts

Movie Review: Top Gun: Maverick (2022)

"Don't think, just do."

Does a film need a sequel? Ada yang butuh, ada pula yang tidak, tapi tentu rentang waktu 36 tahun akan mudah membuatmu mengernyitkan dahi ketika mendengar kabar bahwa sebuah film rilisan 36 tahun yang lalu akan dibuatkan kelanjutannya. Mungkin remake akan terasa normal dalam kasus seperti itu, tapi bagaimana dengan sekuel? Tiga setengah dekade tentu tidak sebentar, ada banyak perubahan yang telah terjadi, dari trend hingga tentu saja usia para aktor. Tapi bagi film ini hal tersebut terasa mudah karena Tom Cruise, bankable star yang berada di posisi sepuluh besar daftar the actors who has sold the most box office tickets in the United States since the 1960s itu seperti tidak menua secara fisik. Bagaimana dengan faktor lainnya? ‘Top Gun: Maverick’ : the pinnacle of ultra-fine airborne action.


TV Series Review: Snowpiercer


Di tahun 2014, umat manusia menjalankan salah satu rencana besar mereka untuk dapat menghentikan global warming yang semakin berbahaya, namun celakanya usaha tersebut justru menciptakan jaman es baru yang mengubah suhu Bumi menjadi turun drastis. Seorang pria kemudian menelurkan ide yang tampak gila, ia membuat sebuah kereta dengan jumlah gerbong yang sangat banyak untuk menyelamatkan umat manusia dari bencana tersebut. Kereta yang kemudian terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas si kaya dan kelas untuk si miskin tersebut berputar mengelilingi bumi.

Movie Review: Noah (2014)



"The beginning! The beginning of everything!"


Andai saja tidak ada nama Darren Aronofsky di posisi sutradara serta jajaran aktor dan aktris papan atas di divisi akting, film dengan status sebagai biblically-inspired ini mungkin sama saja nasibnya dengan Son of God yang ceritanya juga sama-sama memakai nabi Allah sebagai bahan cerita. Directing style Aronofsky itu yang menarik, mengedepankan akting dan narasi dengan sedikit style yang manis, namun sayangnya kali ini ia mulai bermain lebih jauh dengan CGI yang menjadikan dua hal diawal tadi jadi terasa lemah, sesuatu yang tanpa ia sadari membuka pintu masuk bagi berbagai potensi kontroversi. Noah, brave but unbalance interpretation. 

Movie Review: Winter's Tale (2014)


Apa hal yang paling membuat anda merasa jengkel ketika menyaksikan film bertemakan cinta? Hal-hal klise yang ia hadirkan? Tidak masalah jika itu dikemas dengan baik dan sanggup menebar daya tarik. Bagaimana dengan permainan emosi? Bayangkan sebuah kisah cinta yang punya cerita tidak berkembang, sebuah romansa tanpa tenaga sehingga apa yang ia hadirkan terus saja berteman dengan kata datar dan hambar. Itu yang dimiliki oleh film ini, Winter's Tale, this is not a true love, this is an impotent love story.