Selalu
ada tempat tersendiri bagi film-film animasi seperti ‘Klaus’ ini, mereka yang masih memilih untuk tampil sebagai sebuah traditional animation, sesuatu yang
perlahan mulai terasa langka di tengah perkembangan teknologi berisikan computer animated. Ditangani oleh sosok
yang sebelumnya telah lama mengenal Disney
serta merupakan pencetus lahirnya Gru
dan para Minions, film ini mencoba
menggunakan origin story dari legenda
Santa Claus untuk menghantarkan
berbagai isu sederhana yang menarik. ‘Klaus’
: beautiful and lovely hand-drawn animation.
Showing posts with label Joan Cusack. Show all posts
Showing posts with label Joan Cusack. Show all posts
Movie Review: Toy Story 4 (2019)
“To
infinity...and beyond.”
Salah
satu rasa cemas terbesar dari ide kemunculan ‘Toy Story 4’ yang mencoba kembali menyapa para penonton adalah:
apakah perlu? Tiga film sebelumnya telah berhasil menjadi sebuah rangkaian yang
sangat baik bagi kisah para mainan tersebut, dari kisah tumbuh menjadi dewasa
hingga rasa sakit dari sebuah perpisahan. Namun ternyata dengan cerdik ‘Toy Story 4’ berhasil diramu menjadi
sebuah proses lanjutan dari “kehidupan” Woody
dan kawan-kawannya. ‘Toy Story 4’ :
another "beautiful" goodbye.
Review: The End Of The Tour (2015)
Mayoritas dari kamu
mungkin tahu dengan akronim YOLO (you only
live once) yang punya makna kamu harus menikmati semaksimal mungkin
kehidupan yang kamu jalani sekarang, tapi cara memahami konsep tadi sebenarnya
cukup beragam. Mereka yang hidup dengan pola easygoing akan mudah menerapkan hal tadi dengan hidup jauh dari
stress misalnya, tapi disisi lain ada juga mereka yang justru menjadi terbeban
dan seringkali pikiran milik mereka tidak hidup di present time, overthinking
dan akhirnya lelah dengan kehidupan. Itu isi dari The End of Tour, petualangan unik tentang manusia yang sederhana
tapi powerful, dan seksi.
Movie Review: The Perks of Being a Wallflower (2012)
Terlalu mudah untuk
mengatakan bahwa akan timbul rasa tidak yakin kepada film remaja dengan tema
cerita romantis. Mayoritas dari mereka akan tampil klise, dengan
karakter-karakter klasik dan konyol yang telah sering anda temukan sebelumnya,
dan tidak mampu menghadirkan permainan emosi yang menarik. The Perks of Being a Wallflower bukan bagian dari mereka, sebuah
film remaja yang bahkan mungkin mampu membuat orang dewasa tersenyum diakhir
cerita.




