Showing posts with label Jr.. Show all posts
Showing posts with label Jr.. Show all posts

Review: 10 Cloverfield Lane (2016)


"Crazy is building your ark after the flood has already come."

Rilis di bulan januari tahun 2008, Cloverfield justru berhasil meraih uang hampir tujuh kali lipat dari budget yang ia miliki dengan menggunakan kepanikan penuh kegelisahan di New York mengusung konsep bahwa monster bisa ditemukan di banyak tempat. Enam tahun kemudian J.J. Abrams mencoba untuk menghadirkan kembali Cloverfield namun dalam tampilan serupa tapi tak sama, dengan anggaran yang lebih rendah, dengan jumlah pemain yang lebih kecil, dengan ruang bermain yang jauh lebih sempit. 10 Cloverfield Lane mencoba mengulangi kemampuan pendahulunya tadi untuk memberikan penonton kegelisahan penuh misteri dan paranoia namun kali ini dengan konsep yang berbeda, bahwa monster bisa datang dalam banyak wujud.

Review: Triple 9 [2016]


"A deadly heist needs a killer distraction."

Sutradara John Hillcoat punya cara main yang unik, dari The Proposition dan Lawless semua mencoba mendorong sisi brutal ke panggung utama untuk mencuri perhatian penonton tapi di sisi lain Hillcoat juga menjaga agar kebrutalan itu terasa kering. Hal tersebut ia lakukan kembali di crime thriller penuh cast ternama ini, namun seperti judulnya yang merupakan kode dengan arti “officer needs help” itu Triple 9 ternyata tampil seperti sebuah rapat dengan agenda yang menarik namun berjalan dengan fokus yang lemah dan kemudian kehilangan arah. 

Review: How to Be Single (2016)


"Welcome to the party."

Philophobia atau rasa takut untuk jatuh cinta dan terlibat ikatan asmara serta emosional secara mendalam sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang aneh, karena tidak semua orang ketika mencoba move on memiliki gejolak emosi yang baik terhadap cinta mereka di masa lalu. Menggunakan konsep “wanita bisa” lalu bermain-main bersama persahabatan serta cinta How to Be Single mencoba untuk menjadi sebuah komedi romantis dengan gaya metropolis.

Review: Straight Outta Compton (2015)


"People are scared of you guys. They think you're dangerous, but the world needs to hear it."

Straight Outta Compton adalah bintang yang tak terduga di box-office tahun ini, enam hari sejak rilis berhasil meraih $67 juta dollar, berhasil meraih hati dan cinta bukan hanya dari penonton umum namun juga para pengamat film. Apa yang menyebabkan film ini mendadak menjadi hit yang mencuri atensi skala besar? Strategi marketing serta pengaruh sosok ternama seperti Dr. Dre dan Ice Cube di balik layar? Mungkin saja, namun dibawah kendali sutradara The Italian Job film yang menyandang status sebagai sebuah biopic ini layak mendapatkan cinta tersebut.

Movie Review: Big Hero 6 (2014)


“They say we are what we are, but we don't have to be.”

Hadir sedikit rasa pesimis kala itu ketika mendapatkan kabar bahwa Pixar akan absen dari pertarungan di kategori animasi tahun ini, seolah merasa semuanya akan monoton meskipun Toothless akan melakukan comeback. Tapi kejutan demi kejutan hadir sejak awal tahun, dan ketidakhadiran one-to-beat justru menjadikan kategori ini terasa seperti sebuah pertarungan liar. Film terbaru dari Disney ini semakin menambah rasa bingung pada siapa yang layak menjadi film animasi terbaik tahun ini, Big Hero 6: prepare to be amazed by an adventure with heart, smarts, and an adorable big marshmallow.

Movie Review: The Butler (2013)


"Darkness cannot drive out darkness, only light can do that.”

Sebenarnya apa ciri khas mayoritas yang dimiliki oleh banyak sosok yang punya kemampuan untuk menjadi sumber inspirasi? Sederhana, mereka mampu menjadikan anda percaya bahwa semua dapat anda lakukan (kecuali memakan kepala anda sendiri) jika anda gigih dan percaya, tanpa mempermasalahkan “power” yang anda miliki. The Butler, sebuah drama elegan, namun kurang cermat bermain dengan fokus.