Showing posts with label Keira Knightley. Show all posts
Showing posts with label Keira Knightley. Show all posts

Review: Collateral Beauty (2016)


"It turns out death is an elderly white woman."

Ketika Will Smith berperan sebagai tokoh utama yang mencoba menjual kesan “badass” hasil akhir film yang tercipta kerap terasa oke, dari Bad Boys, Independence Day, Men in Black, Hancock, I Am Legend, dan well, Suicide Squad. Tapi hasil yang sama tidak selalu muncul ketika dia mencoba bermain di ranah drama sebagai karakter utama yang tampil “serius” dan menuntut emosi, The Pursuit of Happyness dan Concussion terasa oke tapi apa yang Will Smith tampilkan di After Earth sudah cukup menjadi sample paling efektif. Di film terbarunya yang juga dipenuhi bintang ternama ini, Collateral Beauty, Will Smith kembali mencoba “get serious”, sebuah drama yang ketika berakhir dapat membuatmu berkata “are you flipping serious?

Review: The Imitation Game (2014)


"Sometimes it is the people no one imagines anything of who do the things that no one can imagine."

Film yang berada di baris terdepan pada pacuan untuk menjadi film terbaik di tahun 2014 ini sukses besar memberikan saya sebuah pukulan besar ketika ia sudah berakhir, karena sepanjang 114 menit durasinya saya seolah kekurangan kesempatan untuk memalingkan atensi darinya, biografi dari pria bernama Alan Turing yang menjadi pahlawan pada perang dunia kedua yang justru kental dengan elemen spy serta thrill yang terus dijaga dengan ketat, terus membuat apa yang The Imitation Game tampilkan terasa menarik dengan cara yang cerdas, nakal, tapi juga terasa intim, menjadi salah satu thriller termanis yang hadir setelah Argo.

Review: Laggies (2014)


“Growing up just isn't everybody's thing”

Ada yang bilang tingkat kedewasaan seseorang itu tidak sepenuhnya tergantung dengan umur mereka, bahkan beberapa diantara kita pasti pernah tanpa sadar telah melakukan tindakan dan penyesalan bodoh yang sebenarnya bisa saja dihindari jika kamu berpikir lebih matang sebelum bertindak. Laggies ingin membawa kita untuk berusaha menyaksikan mengapa menjadi dewasa itu tidaklah mudah, bersama seorang wanita yang kehidupannya dipenuhi rasa ragu-ragu. Stop lagging and start living. 

Movie Review: Begin Again (2014)


"But are we all lost stars trying to light up the dark?"

Hal ini mungkin akan terkesan sedikit drama, namun saya percaya bahwa semua manusia terlahir untuk menjadi bintang. Namun mengapa ada orang yang berhasil dan ada juga pula orang-orang yang bertemu dengan kegagalan? Sederhana, karena mereka belum mampu mengalahkan kegelapan dengan sinar yang mereka miliki. Konsep tersebut yang dibawa oleh film terbaru dari sosok dibalik romansa musik yang manis bernama Once ini. Begin Again, a warm and soulful marriage between music and life story. Healing with music.

Review: Begin Again (2014)


"You're only as strong as your next move."

Adalah sesuatu yang aneh jika anda tidak memasukkan Once kedalam daftar film romance paling memorable, film tentang musik dan cinta yang disatukan dengan lembut dan sangat charming bersama iringan lagu dengan lirik “I don't know you but I want you”. Sang sutradara, John Carney, kembali berhasil melakukan hal yang sama dalam kemasan yang sedikit lebih mengkilap di Begin Again, musik dan gejolak cinta. Manis. 

Movie Review: Jack Ryan: Shadow Recruit (2014)


Bukan hanya tahu, namun kita semua pasti sudah mengerti cara kerja dari film dengan tipe seperti ini, bagaimana ia berjalan, tujuan utama yang ingin ia capai, dan bagaimana kita menempatkan ekspektasi awal. Ya, tidak perlu berharap banyak, datang dan saksikan materi klasik dibentuk dengan cara yang juga klasik, dan menganggap hasil akhir yang tidak buruk sebagai sebuah bonus. Celakanya bonus tersebut dapat diperoleh dari Jack Ryan: Shadow Recruit, kemasan klasik dan standard yang cukup impresif.

Movie Review: Anna Karenina (2012)


Selalu menyenangkan ketika menyaksikan sebuah film yang menawarkan kisah perselingkuhan, latar waktu pada masa lampau, apalagi jika subjeknya adalah kaum bangsawan. Ada sebuah kenikmatan yang berbeda ketika menyaksikan mereka tetap mampu tampil elegan dan dewasa ketika menghadapi sebuah konflik klasik yang mungkin pada saat sekarang akan diselesaikan dengan penuh emosi fisik.