Showing posts with label Lee Min-Ki. Show all posts
Showing posts with label Lee Min-Ki. Show all posts

TV Series Review: My Liberation Notes - Part 3

“Does anyone live without pretending?”

Karena perkara letak rumah mereka jauh dari Seoul masalah datang menimpa tiga bersaudara. Anak kedua, seorang pria yang baru saja putus cinta, ingin melarikan diri dari rumah, tapi ia tidak punya mimpi dan terpaksa menjalani hidupnya tanpa arti. Sedangkan si bungsu, wanita pemalu dan “hambar” ingin bebas dari hidup yang membosankan, sama seperti kakak tertua mereka, wanita yang merasa lebih banyak menghabiskan waktu di perjalanan ke tempat kerja dan kesulitan menemukan cinta. Suatu hari mereka bertemu seorang pria misterius yang suka mabuk dan punya keinginan sama, ingin melarikan diri dari kehidupan yang buntu serta penuh dengan ketidakpastian.


TV Series Review: My Liberation Notes - Part 2

"Life is a series of embarrassments anyway."

Karena perkara letak rumah mereka jauh dari Seoul masalah datang menimpa tiga bersaudara. Anak kedua, seorang pria yang baru saja putus cinta, ingin melarikan diri dari rumah, tapi ia tidak punya mimpi dan terpaksa menjalani hidupnya tanpa arti. Sedangkan si bungsu, wanita pemalu dan “hambar” ingin bebas dari hidup yang membosankan, sama seperti kakak tertua mereka, wanita yang merasa lebih banyak menghabiskan waktu di perjalanan ke tempat kerja dan kesulitan menemukan cinta. Suatu hari mereka bertemu seorang pria misterius yang suka mabuk dan punya keinginan sama, ingin melarikan diri dari kehidupan yang buntu serta penuh dengan ketidakpastian.


TV Series Review: My Liberation Notes - Part 1


“Fate is nothing more than a person's outlook on life.”

Karena perkara letak rumah mereka jauh dari Seoul masalah datang menimpa tiga bersaudara. Anak kedua, seorang pria yang baru saja putus cinta, ingin melarikan diri dari rumah, tapi ia tidak punya mimpi dan terpaksa menjalani hidupnya tanpa arti. Sedangkan si bungsu, wanita pemalu dan “hambar” ingin bebas dari hidup yang membosankan, sama seperti kakak tertua mereka, wanita yang merasa lebih banyak menghabiskan waktu di perjalanan ke tempat kerja dan kesulitan menemukan cinta. Suatu hari mereka bertemu seorang pria misterius yang suka mabuk dan punya keinginan sama, ingin melarikan diri dari kehidupan yang buntu serta penuh dengan ketidakpastian.


Movie Review: For the Emperor (2014)


Siapa yang tidak suka dengan pertanyaan yang terus tampil  tersembunyi dalam sebuah film. Hal tersebut bukan hanya menjadi pelengkap semata, ia punya peran yang jauh lebih besar dalam kemampuan sebuah film untuk mempermainkan penontonnya, asalkan ia tampil dalam kualitas yang baik dan mampu konsisten menarik. Film ini menderita dari ketidakmampuannya dalam melakukan syarat tadi, For the Emperor, just style over substance show-off arena.

Movie Review: Monster (2014)


"If I find you, you're dead." 

Salah satu film thriller terbaru dari Korea Selatan ini mungkin berhasil melakukan segala hal penting pada teknik pemasaran sebuah film, dari premis yang menjanjikan dengan pertarungan perfect killer melawan completely mad girl, hingga berbagai poster yang ia berikan juga tampak menarik dan berhasil meningkatkan rasa penasaran. Tapi sayangnya keputusan untuk tidak ingin terikat terlalu kuat pada genre utama yang ia usung memberikan boomerang pada film ini. Monster (Monseuteo), an awkward awkward thriller.

Movie Review: Very Ordinary Couple (2013)


"Even divorced people get remarried."

Saya tersenyum miris ketika sedang berada di sebuah tempat perbelanjaan dan berjalan tepat dibelakang sepasang kekasih muda yang sepertinya sedang kasmaran tingkat tinggi. Mereka berbincang, dan si pria mungkin mencoba untuk memikat wanitanya dan tiba-tiba berbicara dengan nada setengah berteriak, yang kemudian menjadikan kami di baris belakang mendengar kalimat pusaka miliknya, “All you need is love.” Oh my, lol for him. Very Ordinary Couple (Yeonaeui Wondo), sebuah rom-com bernada gelap, adalah representasi dari situasi tadi, dengan pertanyaan dimana tidak peduli seberapa besar usaha yang diberikan, apakah sebuah relationship akan bertahan lama hanya dengan murni mengandalkan kekuatan cinta?