Showing posts with label Leslie Mann. Show all posts
Showing posts with label Leslie Mann. Show all posts

Movie Review: Cha Cha Real Smooth (2022)

“I'm sorry, growing up is hard.”

Tidak semua orang dalam hidupmu datang untuk tinggal, ada yang sebatas singgah lalu pergi setelah “membantumu” belajar berbagai hal menarik tentang hal baik dan hal buruk di dunia ini. Ya, saya pernah menggunakan kalimat serupa tapi memang itu merupakan salah satu bagian dalam kehidupan yang selalu menarik untuk diulik dengan berbagai cara, lewat drama keluarga misalnya hingga tentu saja kisah cinta. Kali ini hal tersebut bergabung dengan bagian lain dari perjalanan hidup manusia, yakni proses self-discovery, di masa muda yang masih penuh dengan kobaran api semangat dan juga ambisi tinggi, berhadapan dengan kenyataan hidup yang kadang mampu membanting jatuh mimpi yang sudah kadung digantung terlalu tinggi. Ya, tumbuh dewasa itu sulit. ‘Cha Cha Real Smooth’: goofy drama comedy with authentic empathy.


Movie Review: The Croods: A New Age (2020)

“It’s not the end. It’s just the beginning. Welcome to our Tomorrow!”

Hampir delapan tahun yang lalu saya menyebut film yang bercerita tentang keluarga di masa purbakala ini sebagai sebuah kisah yang enak di mata saja, karena memang kala itu ceritanya terasa biasa saja. Indah dari segi visual namun terasa cukup datar dari teknik penceritaan, begitu saya menyebut film ‘The Croods’ kala itu. Sebenarnya kisah Grug, Eep, Guy, dan anggota keluarga the Croods ini punya potensi yang oke dan untungnya kali ini mereka menemukan sosok yang tepat, seorang story artist bernama Joel Crawford yang mampu menutup minus di film pertama dan menggali serta memaksimalkan pesona the Croods secara besar-besaran. ‘The Croods: A New Age’ : it’s indeed a new age for the Croods.


Review: How to Be Single (2016)


"Welcome to the party."

Philophobia atau rasa takut untuk jatuh cinta dan terlibat ikatan asmara serta emosional secara mendalam sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang aneh, karena tidak semua orang ketika mencoba move on memiliki gejolak emosi yang baik terhadap cinta mereka di masa lalu. Menggunakan konsep “wanita bisa” lalu bermain-main bersama persahabatan serta cinta How to Be Single mencoba untuk menjadi sebuah komedi romantis dengan gaya metropolis.

Review: Vacation (2015)


"If Vin Diesel can do it, so can I!"

Film yang menjadi instalasi kelima dari National Lampoon's Vacation film series ini berada di bawah kendali dua pria, John Francis Daley serta Jonathan M. Goldstein, dua sosok yang mungkin belum begitu kamu kenal. John dan Jonathan selama ini telah menjadi aktor di balik layar film-film seperti Cloudy with a Chance of Meatballs 2, Horrible Bosses, The Incredible Burt Wonderstone, dan Horrible Bosses 2 sebagai penulis. Tidak semua film yang disebutkan tadi memiliki kualitas yang baik bahkan kamu bisa dengan mudah menemukan kesamaan diantara mereka. Begitupula dengan Vacation ini, sebuah komedi yang mencoba terlalu keras menjadi sebuah komedi. 

Movie Review: The Other Woman (2014)


"You screw me, I screw you back."

Man is the cruelest animal? No, wanita juga dapat menjadi sama kejamnya, menciptakan sebuah ledakan dari amarah terlebih mengingat mereka lebih dominan menggunakan perasaan ketimbang logika. Isu tadi pada awalnya hendak dibungkus oleh film ini dengan menyatukannya bersama penggambaran terkait kekuatan yang dimiliki wanita dalam sebuah rom-com yang sayangnya justru berakhir menyedihkan ini meskipun diawali dengan menjanjikan. The Other Woman, stupid fun yang palsu dan canggung. It’s not about girl power, it’s mocking woman integrity.

Movie Review: Rio 2 (2014)


"We're not people, we're birds. We have to get out into wild and be birds, Blu!"

Harus menjadi lebih besar, harus menjadi lebih menarik, harus menjadi lebih menyenangkan, dan masih banyak lagi “harus menjadi lebih” dalam konteks positif yang disandang oleh sebuah film dengan status sekuel. Yang kerap menjadi masalah adalah hal tersebut juga menjadi awal terciptanya beban yang jika tidak dapat di kendalikan dengan baik justru akan membawa dampak negatif. Rio adalah lima besar animasi terbaik versi rorypnm tiga tahun lalu, dan ada sebuah rintangan bagi penerusnya ini untuk mencapai hal yang sama. Rio 2, an unfocused random party animation which seems confused when deliver a lot of important message.

Movie Review: Mr. Peabody & Sherman (2014)


"Children are not machines, Peabody! I tried to build one, it was creepy."

Agar dapat menjadi sebuah kenangan tak terlupakan sesungguhnya sebuah film animasi punya tugas yang jauh lebih mudah, cukup tampil kokoh di level tinggi pada elemen utama, cerita dan visual. Sayangnya tidak semua mampu memenuhi syarat sederhana itu, banyak diantara mereka justru tampil sebatas menjadi visual entertainment tanpa disertai sebuah penceritaan yang memiliki isi mumpuni. Film ini berhasil tampil baik di dua elemen tadi, Mr. Peabody & Sherman, a fun random parade with ancient things.  

Movie Review: The Bling Ring (2013)


"If you can’t be famous, be infamous."
Selebriti adalah pubic figure. Kalimat itu mungkin sudah familiar di telinga ketika, bagaimana dengan segala kemudahan yang mereka peroleh menjadikan sosok-sosok terkenal tersebut menjadi sorotan dan idola masyarakat, tanpa mengenal batasan dari golongan hingga usia. Yeah, mereka menjadikan banyak orang bermimpi untuk dapat menjadi seperti mereka. The Bling Ring coba menggambarkan dampak dari sikap hedonisme yang tumbuh secara berlebihan, Sofia Coppola masih dengan sentuhan warna Lost in Translation, dunia kriminal penuh mimpi, obsesi, dan ambisi, yang sayangnya tidak sepenuhnya menyenangkan.

Movie Review: ParaNorman (2012)


Jika anda dapat melihat makhluk halus disekitar anda, sebenarnya anda orang yang beruntung, atau justru sangat tidak beruntung? Norman Babcock (Kodi Smit-McPhee) memiliki kemampuan tersebut.  Norman dapat melihat dan berbicara dengan hantu disekitarnya, yang tentu saja tidak dapat dilihat orang lain. Hal tersebut membuat Norman dinilai sebagai anak yang gila oleh masyarakat dilingkungan tempat tinggalnya. Ya, klasik, from zero to hero.