Showing posts with label Maria Bello. Show all posts
Showing posts with label Maria Bello. Show all posts

Review: Lights Out (2016)


“Every time I turn off the lights, there’s this woman, waiting in the shadows.”

Apa hal pertama yang terlintas di pikiran kamu ketika berbicara tentang kondisi gelap? Banyak memang, salah satunya adalah hantu. Ketika kamu dalam perjalanan pulang di malam hari dan melewati tempat gelap kamu tiba-tiba merasa ada “sesuatu” mengikuti di belakang kamu, kamu berhenti kemudian dengan menggunakan cahaya dari smartphone mencoba mengecek dan tidak ada apapun di belakangmu, namun ketika kembali melangkah maju perasaan sedang “diikuti” itu kembali muncul. Produced by the man behind The Conjuring, Insidious, and Furious 7,  ‘Lights Out’ berhasil memanfaatkan dan mengolah dengan baik kegelapan tadi menjadi sebuah sajian horror yang menyenangkan. ‘The Ring’ married ‘A Nightmare on Elm Street’, it’ll make you think twice before turning the lights out.

Review: The Confirmation (2016)


"Get away from my boy!"

Jika seorang pria masih menganggap dirinya sebagai seorang ayah ia akan mencoba sekuat mungkin untuk menjadi sosok bahkan idola yang baik di mata anaknya, tidak peduli seberapa kelam bahkan buruknya masa lalu serta kondisi yang ia alami saat ini, dan tentu saja juga mencoba untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi bagi sang anak. Mencampur upaya untuk berubah dengan usaha seorang anak untuk mengenal dunia, seorang ayah dan seorang anak saling membantu untuk belajar, The Confirmation bercerita tentang keluarga dalam bentuk sebuah comedy-drama yang manis.

Review: The 5th Wave [2016]


Mari sambut satu lagi film young adult bertemakan bencana dunia yang mencoba peruntungannya untuk menembus pasar yang dapat dikatakan kini kembali sengit setelah di tinggal pergi oleh jagoannya, The Hunger Games. Haha, apakah kamu belum lelah? Jika belum silahkan coba film yang mengusung gelombang serangan dari alien sebagai materi utamanya ini, but warning, The 5th Wave is a “mean” adventure with member of Mean Girls, sebuah film bencana yang terlalu lembut.

Review: Third Person (2014)


"Life can change at the turn of a page."

Paul Haggis adalah salah satu pria bertalenta di industri perfilman, punya lima nominasi Oscar, tiga di sektor screenplay (Letters from Iwo Jima, Million Dollar Baby, Crash), dan dua kemenangan. Ia juga menjadi tim dalam dua film terkahir James Bond sebelum Skyfall, Quantum of Solace dan Casino Royale, dan film terbarunya ini kembali menunjukkan ambisi besar yang ia miliki, Third Person, dari Paris, New York, hingga ke Roma

Movie Review: Prisoners (2013)


"Pray for the best, prepare for the worst."

Segala sesuatu yang sudah masuk ke lingkup emosi punya potensi yang cukup besar untuk berakhir pada titik terdalam atau tertinggi, baik atau buruk, bahagia ataupun hancur. Titik terlemah dari setiap manusia mayoritas berkaitan dengan emosi, mampu menjadikan mereka lepas kontrol hingga kehilangan rasa peduli. Prisoners, thriller investigasi dengan beberapa plot yang cerdas, psikologis yang obsesif, aksi prosedural yang tidak berhasil meraih potensi tertinggi.

Movie Review: Grown Ups 2 (2013)

 

Adam Sandler adalah aktor yang serba bisa. Ia bisa menjadi ayah angkat yang jobless, pria penderita penyakit psikologis, tentara yang kemudian menjadi penata rambut, memaksa Jennifer Aniston untuk mau menjadi istri palsunya, bahkan menjadikan Al Pacino jatuh cinta padanya. Masuk ke level produser, tidak heran Sandler tetap eksis, dan kerap kali mampu memperoleh penghasilan dua kali lipat budget yang ia punya. Tapi ia standard, apakah wujud kesetiaan dengan cara yang ia punya, atau justru karena rasa takut, yang kemudian menjadikan kehadiran film ini cukup mengejutkan. Yap, Grown Ups 2, film sekuel pertama Sandler, sukses di box office, masih dengan materi bodoh yang bodoh.