“Hidup
mana sih yang ngak susah? Semua ada susahnya masing-masing.”
“Dih, anak perempuan ngak perlu sekolah tinggi-tinggi, nanti juga cuma ngurus rumah ajah”, begitulah kira-kira kalimat yang dulu pernah melintas di depan saya ketika kuliah. Dalam hati kala itu ingin mencoba menyanggah kalimat tersebut tapi di sisi lain saya justru tertawa geli di dalam hati, karena pernyataan itu berasal dari seorang wanita kepada keponakannya sendiri. Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, tapi apakah wanita hanya sebatas “pembantu” bagi suaminya dan cukup fokus hanya pada tiga hal penting di rumah: sumur, dapur, dan kasur? Film ini menjadi suara bagi sebuah pemikiran bahwa posisi perempuan tidak lebih rendah dibandingkan laki-laki, to be the beginning of a conversation about the root cause of gender inequality. ‘Yuni’ : a thought-provoking coming-of-age drama.

