Showing posts with label Mark Rylance. Show all posts
Showing posts with label Mark Rylance. Show all posts

Movie Review: The Outfit (2022)

“I want so bad to be good.”

Memang kesan berbahaya yang ia miliki tidak sebesar bidikan senjata atau lemparan granat maupun hunusan pedang, namun politik pecah belah atau yang lebih lazim dikenal dengan sebutan politik adu domba memiliki kemampuan "menghancurkan" yang sama besarnya dengan alat perang di atas tadi. Sebuah strategi yang mencoba memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil sehingga membuat mereka jadi lebih mudah untuk dikalahkan, tidak semua orang punya kemampuan untuk melakukan teknik tersebut meskipun berhasil atau tidaknya juga tergantung pada kualitas emosi dan intelegensi sasaran tembaknya. ‘The Outfit’: slick and neat, a well tailored classic murder mystery. 


Movie Review: Don't Look Up (2021)

“Everything is theoretically impossible until it is done.”

Mengantisipasi musnahnya manusia akibat potensi resiko bencana global yang kini tampak semakin menakutkan itu berbagai pihak mulai berlomba untuk menjelajahi antariksa, mencoba menemukan solusi baru yang bisa digunakan untuk menghindar dari bencana yang berasal dari dua sumber, yakni risiko antropogenik akibat ulah manusia seperti global war hingga overpopulation, serta risiko non-antropogenik yang disebabkan alam, seperti erupsi dan asteroid impact event. Tapi pertanyaannya sederhana: siapa yang tahu tanggal pasti kiamat akan terjadi? Dulu katanya di tahun 1999, 2012, semua berlalu aman lantas membuat isu “kiamat” mulai dipertanyakan karena bersifat tidak pasti. Dampak dominonya risiko eksistensial tampak normal serta skeptisisme juga semakin mendominasi, and that, my friend, is the real horror. ‘Don't Look Up’ : amusing script clumsily cooked.


Movie Review: The Trial of the Chicago 7 (2020)

“The whole world is watching!”

Masa kepimpinan Donald Trump sangat memorable, huh? Slogan kampanye yang ia  gunakan adalah “Make America Great Again” namun banyak orang menilai bahwa di bawah kepimimpinannya kala itu Amerika Serikat justru jatuh ke dalam political and cultural crisis, secara implisit ia menerapkan sistem lèse-majesté sehingga begitu banyak terjadi kerusuhan, bukan tidak mungkin beberapa di antaranya merupakan coup d'état. Tidak ada koneksi langsung memang tapi film ini membuat saya teringat dengan Donald Trump, saat sistem hukum yang eksis justru membuat kamu marah dan tertawa, karena tidak hanya pidana dan perdata saja, juga ada politik di sana. ‘The Trial of the Chicago 7’: this is America, don't catch you slippin' now.


Review: The BFG (2016)


"What kind of a monster are you?"

Setelah tahun lalu hadir dengan a very good spy thriller ‘Bridge of Spies’ tahun ini prolific filmmaker Steven Spielberg kembali dengan sebuah family-friendly fantasy adventure, The BFG. Bermain dengan fantasi sudah pernah Steven Spielberg lakukan di ‘E.T. the Extra-Terrestrial’, a near perfect and one of the best children's and family entertainment. Sentuhan Spielberg belum pudar di kisah persahabatan antara manusia dan raksasa ini, petualangan yang ramah bagi penonton muda dibalut dengan visual yang impresif dan cantik. Pertanyaannya adalah apakah ini sebuah petualangan fantasi yang luar biasa? It’s a good family movie from Steven Spielberg.

Review: Bridge of Spies (2015)


"We have to have the conversations our governments can't."

Bridge of Spies adalah sebuah film “dingin” yang menyenangkan. Seperti judul yang ia gunakan isinya seputar aksi spy tapi ketimbang menghibur kamu dengan ledakan besar ia lebih memilih untuk menjadi sebuah kemasan yang lebih kalem, sebuah drama thriller yang lebih renyah namun tetap menghasilkan punch yang memikat di akhir cerita. Steven Spielberg dinilai sebagai sutradara film terbesar sepanjang masa, dan Bridge of Spies menjadi entry terbaru yang semakin menguatkan penilaian tadi. Personally, for me ini film terbaik Steven Spielberg setelah Schindler's List, a triumph of filmmaking.

Review: The Gunman (2015)


Apakah Sean Penn mencoba memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan Liam Neeson setelah menyatakan akan pensiun dari Taken bahkan film action? The Gunman seperti sengaja di ciptakan khusus buat Penn agar ia dapat menunjukkan kepada kamu tampilan badass yang ia miliki, tapi celakanya sudahlah memilih menggunakan formula yang tidak lagi segar yang ia lakukan justru terjebak didalam arena bermain yang ia ciptakan sendiri. An impotent action.