Showing posts with label Nicolas Cage. Show all posts
Showing posts with label Nicolas Cage. Show all posts

Movie Review: Prisoners of the Ghostland (2021)

“I'll karate chop you!”

Bersedia hanyut bersama berbagai aksi gila yang disajikan kehadapanmu merupakan satu syarat wajib ketika menonton film karya Sion Sono, Sutradara eksentrik asal Jepang yang juga layak disebut seorang Auter serta provokator di mana karya-karya darinya kerap menghadirkan kombinasi narasi yang kompleks penuh kesan surealis yang kental serta beberapa kekerasan yang aneh ditemani dengan erotisme. Filosofis memang terkadang namun film-film Sion Sono bukan sajian yang mudah dinikmati, termasuk film terbarunya ini yang mencoba menempatkan cowboy, samurai, bahkan zombie di dalam situasi menjelang kiamat. ‘Prisoners of the Ghostland’ : a quite entertaining samurai-western apocalypse.


Movie Review: Pig (2021)

“I want my pig back.”

Berjuang untuk sesuatu yang kamu cintai tentu bukanlah konsep atau mitos yang sudah apalagi akan ketinggalan zaman. Sampai kapanpun. Tidak heran jika sesuatu yang sangat kamu cintai itu hilang diambil atau dilukai oleh orang lain maka hal yang wajar jika kamu akan berusaha untuk mendapatkannya kembali dan kemudian tenggelam di dalam amarah luar biasa. Seperti John Wick yang marah besar ketika anjing kesayangannya dibunuh, di film ini seorang pria langsung larut dalam amarah ketika babi peliharaannya hilang dicuri. ‘Pig’ : it will hit you in an unexpected way.


Movie Review: The Croods: A New Age (2020)

“It’s not the end. It’s just the beginning. Welcome to our Tomorrow!”

Hampir delapan tahun yang lalu saya menyebut film yang bercerita tentang keluarga di masa purbakala ini sebagai sebuah kisah yang enak di mata saja, karena memang kala itu ceritanya terasa biasa saja. Indah dari segi visual namun terasa cukup datar dari teknik penceritaan, begitu saya menyebut film ‘The Croods’ kala itu. Sebenarnya kisah Grug, Eep, Guy, dan anggota keluarga the Croods ini punya potensi yang oke dan untungnya kali ini mereka menemukan sosok yang tepat, seorang story artist bernama Joel Crawford yang mampu menutup minus di film pertama dan menggali serta memaksimalkan pesona the Croods secara besar-besaran. ‘The Croods: A New Age’ : it’s indeed a new age for the Croods.


Review: Snowden (2016)


"Are they watching us?"

Pada tahun 2013 pria bernama Edward Snowden yang merupakan mantan karyawan CIA dan mantan kontraktor pemerintah USA menciptakan sebuah kehebohan skala besar: membocorkan informasi rahasia serta progam yang dimiliki oleh National Security Agency bersama Five Eyes Intelligence Alliance. Semenjak itu pria yang mengatakan tempat ia kini berada adalah di internet itu tidak hanya menjadi salah satu “most wanted person” bagi pemerintah USA namun juga berhasil menciptakan perdebatan terhadap status yang ia miliki, apakah dia seorang pahlawan, patriot, whistleblower, atau pengkhianat? ‘Snowden’ is a “love story” for Edward Snowden.

Review: Left Behind (2014)


"I know you all want answers, and believe me, so do I."

Apresiasi pada dunia film itu layak diberikan kepada para filmmaker yang membuat film dengan visi, misi, dan eksekusi yang serius. Mereka ingin agar apa yang ingin mereka sampaikan dapat ditangkap, dicerna, kemudian dinikmati oleh penonton dengan cara yang menyenangkan, yang sering kali mereka sebut sebagai sebuah kepuasan disamping keuntungan financial tentu saja. Film ini melakukan hal sebaliknya dari nilai-nilai positif tadi. So, please welcome, kandidat terkuat film terburuk di tahun 2014, Left behind. Action? Thriller? Sci-fi? No, it's a dumb comedy. 

Movie Review: The Frozen Ground (2013)

 

Mereka memang punya kualitas akting yang tidak buruk, namun jika anda diminta untuk mendeskripsikan Nicolas Cage dan John Cusack dalam satu kata maka jawabannya adalah: ragu. Kick-Ass menarik berkat bantuan Cage, begitupula dengan Hot Tub Time Machine dengan kehadiran Cusack, tapi coba tarik lima tahun kebelakang maka list yang mereka miliki lebih sering berisikan film kelas C hingga E, dari 2012, The Raven, hingga Ghost Rider dan Stolen. Yang mengejutkan adalah The Frozen Ground berhasil tampil berbeda, thriller yang tidak memikat, namun juga tidak menyiksa.

Movie Review: The Croods (2013)


The Croods dapat dikatakan menjadi kelinci percobaan dari Dreamworks Animation, sekaligus film yang membuka jalan untuk mewujudkan ambisi mereka. Daftar panjang film yang telah menanti untuk dirilis dalam tiga tahun kedepan memaksa studio ini untuk merubah pattern yang selalu menjadi favorit mereka (mungkin juga karena kerjasama baru dengan 20th Century Fox), merilis film pertama di tahun tersebut pada kisaran bulan mei hingga juli, dan merilis film berikutnya di paruh kedua. Antara menjadi seperti How to Train Your Dragon, atau Madagascar. Are you really need to see this?