"You think you've done with the past, but the past did not done with you. "
Tentu saja ada alasan
kenapa saat persidangan pengacara selalu mencoba menyerang saksi kubu lawan
dengan berbagai pertanyaan secara bertubi-tubi, karena ketika berada di medan
perang salah satu cara mudah untuk menang adalah dengan mengganggu bahkan
merusak kestabilan emosi sang lawan. Emosi itu sangat sensitif, kamu bisa
menjadikan sosok idaman kamu jatuh cinta padamu dengan mengaduk-aduk emosinya
lewat persembahan indah, tapi disisi lain kamu juga dapat membuat tetanggamu
cemas hingga takut dengan menebar terror psikologis seperti misalnya memberikan
hadiah misterius secara periodik. The
Gift menggambarkan hal tersebut, sebuah psychological
thriller efektif yang “mengganggu”.

