"What
validates and makes your fictions real? Feelings."
Memang tidak mustahil tapi membangkitkan kembali sebuah cerita yang telah tidur pulas selama kurang lebih 18 tahun tentu bukan sesuatu yang mudah, apalagi untuk kisah sekelas ‘The Matrix’ yang saat manusia sedang bersiap menuju millennium di tahun 1999 kala itu duo the Wachowskis pakai untuk membawa science fiction genre melambung tinggi, menutup rangkaian kejutan the cyberpunk genre yang datang dari Total Recall dan Terminator 2: Judgment Day di tahun 1990-an, tidak hanya sekedar merevolusi penggunaan digital effects saja namun juga menarik perhatian semakin besar pada satu pertanyaan filosofis, sebuah pertanyaan abstrak tentang apakah manusia sebenarnya hanya hidup di dalam sebuah simulasi? ‘The Matrix Resurrections’ : a clever balance between reinventing and nostalgia.

