“Cinta nomor satu, tanpa cinta, lebih baik saya mati.”
Pasti akan ada mereka yang menilai kalimat tadi lebih terasa sebagai sesuatu
yang bodoh ketimbang romantis, karena tidak dapat dipungkiri pola berpikir
terkait percintaan yang terlalu sederhana seperti itu mungkin masih menjadi
makanan yang sangat lezat tiga dekade yang lalu, namun kini cukup sulit untuk
diterima di era modern sekarang ini, terlebih ketika melibatkan kata instan
didalamnya. Ah, tidak masalah kok, klise, standard, yang penting harus punya
permainan emosi yang memuaskan. Nah, itu yang tidak dimiliki oleh film ini, Endless Love, a super bland love story.
Showing posts with label Shana Feste. Show all posts
Showing posts with label Shana Feste. Show all posts

+poster.jpg)