Showing posts with label Terence Stamp. Show all posts
Showing posts with label Terence Stamp. Show all posts

Movie Review: Last Night in Soho (2021)

“Do you believe in ghosts?”

Edgar Howard Wright adalah seorang sutradara, penulis skenario, dan produser film Inggris yang dikenal karena film genre satirnya yang bergerak cepat dan kinetik, menampilkan penggunaan ekstensif musik populer yang ekspresif dalam bahasa sinematik yang cantik dan gaya pengeditan khas yang mencakup transisi, whip pans, dan wipes. Film yang ia tulis dan sutradarai selalu memiliki pesona unik serta gila yang kuat, hampir menjadi Sutradara ‘Ant-Man’ di film terakhirnya ia menyajikan car-chase layaknya opera dengan musik yang asyik, yakni ‘Baby Driver’. Kali ini Edgar Wright kembali dengan dark fairy tale with delightful nightmarish horror. ‘Last Night in Soho’: stylish, sexy, and sensual psychological horror. It’s a dancing horror.


Movie Review: Miss Peregrine's Home for Peculiar Children (2016)


"These children must be as crazy as their headmaster."

Sebelum dipoles oleh Christopher Nolan dan kemudian dibawa bertemu berbagai “kebisingan” oleh Zack Snyder karakter Batman dan dunia yang ia punya di layar lebar pernah identik dengan gloomy but artsy, a wicked world of misfits and psycho yang bergembira layaknya sebuah fashion show, style over substance di tangan Tim Burton yang gemar bergembira bersama horror, playfulness, dan tentu saja visual. Mengacu pada tiga hal terakhir tadi dapat dikatakan kombinasi novel ‘Miss Peregrine's Home for Peculiar Children’ dan Tim Burton merupakan match made in heaven, sebuah fantasy berisikan tragedi dan simpati dipenuhi karakter unik dan aneh seperti kombinasi antara Harry Potter dan X-Men. Apakah ini “match” atau“miss”? Miss Peregrine's Home for Peculiar Children: a robotic fantasy.

Review: Big Eyes (2014)


"She created it, he sold it, and everyone bought it."

Dengan absennya dua sosok favoritnya, Helena Bonham Carter dan Johnny Depp, kemudian duet utama pilihannya yang tampak sangat menjanjikan, Amy Adams dan Christoph Waltz, Big Eyes tampak menjanjikan berkat potensinya untuk menjadi sebuah terobosan baru dari seorang Tim Burton yang beberapa karya terakhirnya (selain Frankenweenie) sudah mulai mudah terbaca serta minim kejutan. Apakah itu terjadi?