Matanya terus melirik
kearah lampu lalulintas ditengah himpitan kerumunan orang yang berbaris dengan
rapi di tepi jalan, dan disaat lampu hijau bagi pejalan kaki itu menyala dengan
langkah sigap tubuh mungil yang seolah tenggelam dalam jaket musim dingin berwarna
biru muda itu berlari kecil menuju seberang jalan yang telah berwarna merah
muda akibat sekumpulan cherry blossom yang kembali beraksi. Dikeluarkannya
smartphone dengan case berwarna hijau dari dalam sakunya, dan sosok manis itu
mulai mengetik bersama senyuman yang tidak pernah hilang sejak ia meninggalkan
kantornya. “I’m on my way hun,” ketik-nya dengan jari yang bergerak dengan
lincah, namun ketika opsi send itu telah ditekan kalimat tadi ternyata telah
berubah menjadi “Aku menuju kesana sekarang.” “Hmm,” isi balasan yang ia
terima. Prediksinya benar.
Showing posts with label The Chosen One. Show all posts
Showing posts with label The Chosen One. Show all posts

