Disney
belum berhenti untuk bercerita tentang believing
in wonder di tahun ini. Di awal tahun kita sudah bertemu dengan ‘Zootopia’ bersama seekor kelinci yang
berjuang meraih mimpinya, yang kemudian disusul oleh ‘The Jungle Book’ dan ‘Finding Dory’. Kini ‘Pete's Dragon’ hadir
mencoba meneruskan pencapaian tadi, sebuah redesign yang sehat pada a tale of a
magic tentang kisah persahabatan antara seorang manusia dengan seekor naga
dengan kombinasi heart, semangat, dan visual yang menyenangkan. It’s ‘The Good Dinosaur’ meets ‘The Jungle Book’ with good heart and magic.
Showing posts with label Wes Bentley. Show all posts
Showing posts with label Wes Bentley. Show all posts
Review: Knight of Cups (2016)
"Dreams are nice, but you can't live in them."
Sejauh ini telah
menyutradarai delapan buah film dalam 46 tahun karirnya di industri film, Terrence Malick secara mengejutkan
menghadirkan tiga di antaranya dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Apakah
Terrence Malick sedang memiliki banyak ide? Sepertinya begitu dengan dua film
lain dijadwalkan rilis tahun ini. Di film terbarunya ini Terrence Malick kembali memberikan apa yang penonton inginkan dari
“film Terrence Malick”, namun sebagai penonton yang masih belum lulus dari Malick's School for Gifted Youngsters
selalu ada perasaan waspada terhadap karya Terrence Malick karena, well, it's gonna be forever, or it's gonna
go down in flames. So, bagaimana dengan Knight
of Cups? Keindahan yang hampa, atau kehampaan yang indah.
Review: We Are Your Friends (2015)
"The world is yours."
Cobaan atau masalah,
kemudian tantangan, mereka sudah jadi bagian penting bahkan wajib kehadirannya
didalam kehidupan setiap manusia, karena fungsi mereka tidak selalu buruk.
Dengan menghadapi cobaan kamu bisa jadi sosok yang lebih kuat bahkan lebih
dewasa dalam menghadapi kehidupan, dan untuk mewujudkan itu ada satu kunci yang
sangat penting: jangan menyerah. Klise memang dan itu ditampilkan dengan cara
yang juga klise oleh film ini, We Are
Your Friends, yang disini ia campur bersama kisah tentang musik dari salah
satu genre yang sedang populer beberapa tahun belakangan ini: EDM, baby!
Review: Interstellar (2014)
"Mankind was born on Earth. It was never meant to die here."
Ketika perjalanan
hampir tiga jam itu selesai dan sedang melangkah keluar studio ada satu hal yang
terlintas dipikiran saya, apakah apa yang baru saja saya saksikan ini sama
dengan rekan dan banyak penonton yang mengatakan Interstellar
sebagai sebuah petualangan luar angkasa yang luar biasa di semua sektor? Dari
visual memang iya, salah satu yang terbaik di tahun ini malah, tapi tidak pada
permainan teori bahkan drama penuh emosi itu yang katanya sampai menghasilkan
linangan air mata. Apakah saya terdampar di galaksi lain sehingga merasakan
ini sebagai perjuangan yang cukup datar, terlebih dengan standard dari seorang Christopher Nolan?




%2Bposter.jpg)