Showing posts with label Andrew Garfield. Show all posts
Showing posts with label Andrew Garfield. Show all posts

Movie Review: Spider-Man: No Way Home (2021)

“And with great power, there must also come great responsibility.”

Sudah siap bertemu lebih banyak “Spider-Man” di masa depan? Setelah lima tahun ditangani Sam Raimi dan Sony bangun ulang kembali di bawah kendali Marc Webb, tahun 2017 yang lalu karakter Spider-Man menemukan rumah barunya setelah resmi masuk ke Marvel Cinematic Universe. Tugasnya langsung berat, ikut bertarung di ‘Infinity War’ dan ‘Endgame’ lalu kembali bersama Fury tahun 2018. Menariknya di sisi lain Sony's Spider-Man Universe (SSU) juga sedang dibangun, sudah ada dua film ‘Venom’ yang akan disusul ‘Morbius’ dan ‘Kraven the Hunter.’ And let’s not forget about ‘Spider-Man: Into the Spider-Verse’, film animasi cantik yang membuktikan ide multiverse connecting multiple universes itu adalah intan yang berpotensi menjadi berlian. ‘Spider-Man: No Way Home’: Marvel's best deluxe package.


Movie Review: Tick, Tick... Boom! (2021)

♪ How do you know, when it's time to let go? ♪

Anak labil sering diasosiasikan dengan mereka yang sedang beranjak dari remaja menuju fase awal hidup sebagai orang dewasa, usia belasan hingga akhir di mana mereka gemar bertindak sesuka hati serta hiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi setelah lepas dari fase itu anak-anak labil tadi tidak serta-merta langsung menjadi orang dewasa yang stabil, karena mereka akan masuk ke dalam fase baru dan bertemu krisis seperempat abad (quarter-life crisis), sebuah krisis yang dipicu oleh tekanan baik dari diri sendiri ataupun juga lingkungan, merasa belum memiliki tujuan hidup yang jelas, ragu terhadap kemampuan diri, bingung dalam menentukan arah hidup. Dan dialami oleh orang-orang berusia 20 hingga 30 tahun. Apakah kamu tersenyum membaca kalimat terakhir tadi? If that's true, this story is for you then. ‘Tick, Tick... Boom!’: a love letter for creative and life processes.


Review: Silence (2016)


"I pray but I’m lost. Am I just praying to silence?"

Martin Scorsese merupakan salah satu “finest” director yang pernah dimiliki oleh industri film, dari Raging Bull, kemudian Goodfellas, hingga yang terbaru The Wolf of Wall Street, Scorsese selalu berhasil menunjukkan mengapa ia disebut sebagai seorang “Master”, dia mampu mengolah berbagai materi berbeda menjadi sebuah sajian yang sangat impresif dan berjenis “tidak untuk dilupakan”. Lewat film terbarunya ini, Silence, Martin Scorsese kembali sukses meneruskan pencapaiannya itu, not only poignant and engrossing this one is one of the best cinematic experience from Martin Scorsese.

Movie Review: Hacksaw Ridge (2016)


"Please Lord, help me get one more."

Sebuah ajaran yang baik tentu akan mengajarkan para pengikut maupun orang-orang yang mempelajarinya untuk hidup dengan pola pikir yang positif. Namun dunia yang semakin tua ini semakin kejam dan tidak heran semakin banyak pula manusia yang “membangkang”, mereka yang tahu dan mampu namun tidak mau. Ya, hypocrite semakin mudah untuk ditemukan ketimbang manusia yang teguh pada prinsip positif yang mereka pelajari. Hal tersebut yang coba ditampilkan oleh film ini, sebuah penggambaran humanistic bravery with heart and ultra violence. Hacksaw Ridge: a beautiful “love” story with lovely integrity.

Movie Review: The Amazing Spider-Man 2 (2014)


“I like to think Spider-Man gives people hope.”

Di edisi pertama reboot miliknya dua tahun lalu itu superhero jenius dengan gerak cepat dan refleks yang memikat ini berhasil membuktikan bahwa ia tidak menjadi sesuatu yang totally useless ketika kembali beraksi bersama tubuh dibalut latex ketat itu hanya lima tahun setelah ia melakukan aksi terakhirnya. Sukses menampar sikap pesimis, beban yang sedikit berkurang, edisi kedua ini berhasil tampil lepas untuk menawarkan kembali cerita familiar itu dalam sebuah petualangan yang menyenangkan masih dengan aksi terbang dan melayang di antara gedung pencakar langit kota New York. The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro, when music and action sequence kill a bit draggy story minus. I'll simply say it's on again, it's on again. 

Movie Review: The Amazing Spider-Man (2012)


Reboot,adalah kata kunci dari film ini. Ibarat ketika anda mematikan (reboot) computer yang sudah anda gunakan sebelumnya, anda secara otomatis harus menghentikan semua aplikasi yang sudah anda nyalakan, kemudian memulai kembali dari awal. Begitupula dengan The Amazing Spider-Man. Ini bukan Spider-Man 4 dengan nama yang berbeda. Yang pertama kali anda lakukan adalah mencoba menghapus sejenak semua memori yang telah diciptakan oleh Sony Pictures sejak kemunculan manusia laba-laba ini sepuluh tahun  yang lalu, dan memulai kisah baru.