Showing posts with label Belgium. Show all posts
Showing posts with label Belgium. Show all posts

Movie Review: Becoming Mona (2020)

“You’re too good for this world.”

Gejolak emosi itu memang melelahkan. Tekanan ekstra yang muncul di dalam sistem emosimu dapat menyebabkan timbulnya berbagai masalah, tentu di antara mereka mayoritas berupa penyakit seperti sakit kepala misalnya hingga insomnia, sesuatu yang jika dibiarkan tetap eksis tanpa upaya untuk dilawan atau diubah maka suatu saat rasa sakit emosional itu perlahan akan mengikis tidak hanya energi fisikmu saja namun juga energi mental, membuat benteng pertahananmu perlahan goyah dan puncaknya “ledakan emosi” yang membuatmu jatuh menyerah. Karakter utama film ini dipaksa untuk melayani ego orang lain, hence she becomes a monster. ‘Becoming Mona (Kom hier dat ik u kus)’ : Curb Your Emotions.


Movie Review: Two Days, One Night (2014)


Dibalik kesederhanaan yang ia tampilkan film ini berhasil menggambarkan salah satu hal kejam yang dapat kita temukan dengan sangat mudah di dunia yang sudah kejam ini. Anda bisa saja memiliki puluhan bahkan ratusan teman atau sahabat yang dapat menjadi tempat rekan ketika anda berbagi kebahagiaan, namun ketika anda berada didalam situasi yang sebaliknya jumlah tersebut sangat mungkin tidak akan lagi sama, terlebih dengan keterlibatan tahta dan harta didalamnya. Two Days, One Night (Deux jours, une nuit), a soft and simple illustration about world is a battlefield.

Movie Review: Ernest & Célestine (2012)


Apa konsep dari sebuah film animasi bagi anda sekarang ini? Mayoritas pasti akan menyertakan hal ini, visual yang hangat dan memanjakan mata, lelucon yang menghibur, kemudian kombinasikan mereka dengan cerita yang ringan. Film ini justru merupakan kebalikan dari tiga faktor tadi, visual kontemporer yang sangat ringan, lelucon yang cukup menghibur, namun ia berhasil pada elemen yang kurang mampu di eksekusi dengan baik oleh semua film animasi pada tahun 2013 sejauh ini, cerita yang hangat. Ernest & Celestine (Ernest et Célestine), a heartwarming traditional animation, simple, loveable.

Movie Review: The Broken Circle Breakdown (2012)


"I would swim the seas for to ease your pain."

Hal ini jelas tidak bersifat umum dan tidak mencerminkan sebuah fakta yang belum tentu terjadi pada semua orang, namun ketika anak-anaknya telah dewasa, orang tua punya tugas yang begitu besar sebagai pemersatu, dan dapat menggoyahkan kapal bernama keluarga itu jika salah satu dari mereka menghadapi masalah. Tapi tidak sedikit pula hal tersebut berlaku sebaliknya, dimana anak sering kali mengalahkan janji suci “till death do us apart” itu untuk menjadi alasan orang tua untuk tetap bersama. Ini akan membuat anda tertawa bahagia, menari penuh suka cita, hingga menyajikan sebuah kesedihan yang ekstrim. The Broken Circle Breakdown, solid, lucu, sangat menyedihkan, sebuah kemasan emas yang mengejutkan, heartbreaker.