Showing posts with label Ben Mendelsohn. Show all posts
Showing posts with label Ben Mendelsohn. Show all posts

Movie Review: Babyteeth (2019)

“This is the worst possible parenting I can imagine.”

Karakter yang didiagnosa mengidap kanker lalu mencoba untuk menemukan rasa bahagia dengan melakukan hal-hal “gila”, bukankah itu sesuatu yang terasa familiar? Dengan karakter utama remaja yang sedang beranjak dewasa maka kamu mungkin sudah pernah saksikan di film ‘The Fault in Our Stars’ atau jika pernah bermain sedikit lebih jauh maka ada ‘Me and Earl and the Dying Girl’ yang terasa lebih nikmat. Film ini mencoba menampilkan kisah serupa seperti dua film tersebut tadi, kisah coming-of-age yang menggunakan rumus dan pola yang sama namun dilengkapi dengan sensitivity yang manis sehingga membuat cerita young adult ini bukan sebatas daur ulang yang malas. ‘Babyteeth’ : I just wanna live, don't really care about what happens to me.


Movie Review: Rogue One: A Star Wars Story [2016]


"This is our chance to make a real difference."

Pada 1970s dan 1980s ‘Star Wars’ hadir dengan original trilogy, kemudian pada akhir 1990s serta awal 2000s mereka mundur kebelakang dengan prequel trilogy. Terdapat jarak yang cukup besar di antara dua trilogy tersebut, sesuatu yang sejak tahun lalu untuk sementara tidak akan terjadi lagi. Dimulai dengan ‘The Force Awakens’ yang hadir tahun lalu sebagai titik awal bagi sequel trilogy hingga tahun 2020 nanti setiap tahunnya para fans Star Wars memiliki kesempatan untuk berkumpul bersama, melakukan toast sembari mengucapkan “May the Force be with you”. Rogue One: A Star Wars Story menjadi pembuka Star Wars saga kategori keempat, sebuah anthology films yang berisikan kumpulan spin-off dan stand-alone films. Apakah film pertama experiment dari George Lucas ini melakukan pekerjaan yang baik? It’s an “al dente” Star Wars movie.

Review: Black Sea (2015)


"The only thing more dangerous than the mission is the crew."

Ketika ia berakhir kamu akan merasakan tidak ada sesuatu yang benar-benar baru dari apa yang baru saja kamu dapatkan dari Black Sea, sebuah thriller yang memanfaatkan penggunaan ruang untuk terus menarik atensi penontonnya. Tapi yang menarik adalah dengan formula standard dan klasik bahkan bersama cerita yang predictable sekalipun ketika kamu melangkah keluar dari studio kamu akan merasakan sensasi berbeda dari udara yang kamu hirup. Ya, Black Sea berhasil melakukan tugas utamanya dengan baik, menjadi sebuah thriller yang berhasil mencengkeram penontonnya hingga ketika ia berakhir.

Review: Exodus: Gods and Kings (2014)


"Once brothers, now enemies."

Ia memang punya Alien dan Gladiator di daftar filmography, tapi karya-karya Ridley Scott selalu hit or miss bagi saya dalam jumlah yang berimbang, bahkan bukan hanya ketika ia menjadi sutradara hal yang sama juga terjadi ketika ia menjadi produser. Masih membekas di ingatan bagaimana Robin Hood jatuh datar empat tahun lalu, bahkan tahun lalu dengan cast yang sangat menjanjikan Ridley Scott seperti kehilangan magic miliknya di Prometheus dan menjadikan The Counselor sebagai thriller yang ompong, dan magic itu masih belum kembali di Exodus: Gods and Kings. Lost in Egypt.

Movie Review: The Place Beyond the Pines (2012)

 
If you ride like lightening, you’re gonna crash like thunder.”
Hal ini memang tidak ada kaitannya dengan film yang saya review sebelumnya, namun dengan nama yang sedikit lebih panjang The Place Beyond the Pines ternyata punya tujuan yang secara garis besar sama saja dengan apa yang disampaikan oleh Side Effects, sebuah efek samping yang dihasilkan dari sesuatu yang tidak baik. Punya pesan menarik yang sederhana, diulas dalam tiga buah cerita dengan rentang waktu satu setengah dekade, lebih luas, lebih tenang, dan tentu saja lebih panjang.

Movie Review: Killing Them Softly (2012)


Markie Trattman (Ray Liotta), seorang pemilik tempat permainan poker, ternyata memiliki cara unik untuk meraup keuntungan yang lebih tinggi. Ia merekrut dua pria untuk merampok tempat permainan poker miliknya! Bukan sesuatu yang baru, tapi tentu saja tindakan yang diambil oleh Markie terbilang cukup berani. Tapi ternyata kasus unik tersebut justru menjadi lahan bisnis baru bagi banyak orang, salah satunya adalah Jackie (Brad Pitt), seorang hitman yang juga punya cara unik dalam menghabisi lawannya, killing them softly.