Showing posts with label Brenton Thwaites. Show all posts
Showing posts with label Brenton Thwaites. Show all posts

Review: Gods of Egypt (2016)


"Egypt has always been a paradise. But now, there is chaos."

Pada sebuah dunia alternatif di negara Mesir para dewa hidup di antara para manusia, mereka lebih besar, darah mereka emas, dan mereka punya kemampuan untuk berubah bentuk menjadi binatang. Wow, sebuah ide cerita yang luar biasa, sebuah upaya penuh percaya diri mengeksplorasi mitologi kuno dalam bentuk yang tidak kuno. Tapi tahukah kamu walaupun sifatnya sangat penting rasa percaya diri tidak menjamin sebuah film pasti akan sukses, bisa saja rasa percaya diri itu jika tidak digunakan dengan tepat justru berbalik arah seperti boomerang. Boom, itu dialami oleh Gods of Egypt, cringe comedy PlayStation game.

Review: The Giver (2014)


"When people have the power to choose, they choose wrong."

Berbicara potensi film ini punya peluang yang cukup besar untuk menjadi sensasi baru di kelompok young-adult pada dunia perfilman, selain karena materinya yang dianggap sebagai nenek moyang The Hunger Games, Divergent, dan lain-lain itu telah menjadi reading lists di middle school USA, Kanada, hingga Australia, tapi juga sedang booming-nya kesuksesan dari film dengan tema young-adult juga jelas layak untuk di coba. Namun meskipun punya Jeff Bridges, Meryl Streep, Katie Holmes, hingga Taylor Swift, The Giver hanya terasa seperti sebuah usaha setengah hati.    

Review: Oculus (2013)


"You see what it wants you to see."

Hal sederhana yang terkesan rumit ini tentu saja tidak dilakukan oleh semua orang, tapi pasti ada penikmat film yang memiliki standard pribadi pada tiap genre film yang ditontonnya, sebuah standard yang ikut mempengaruhi hasil yang ditelurkan oleh rekan-rekan satu alirannya yang terbaru. Film ini menjadi salah satu korban dari aturan main tadi, Oculus, just a decent horror.

Movie Review: Oculus (2013)



"I've met my demons, I have many. I've seen the devil, he is me."

Sebenarnya apa sih inti utama dari sebuah film horror yang menarik? Gambar-gambar creepy yang menarik? Cerita yang bagus? Atau justru kemampuan ia untuk menyuguhkan satu hal sederhana yang dicari para penonton, menakut-nakuti mereka. Jika jawaban kamu adalah opsi ketiga, maka mungkin ada senyuman bagi Oculus, visual dan cerita memang hanya sebatas oke, namun untuk memberikan rasa takut dia lebih dari oke.