Setelah kesuksesan yang luar biasa dari Harry Potter film franchise tidak heran jika J. K. Rowling ingin kembali “mencoba” mengulangi hal tersebut. Tapi yang mengejutkan adalah ketimbang melanjutkan kisah Harry Potter dia justru mencoba untuk membawa ‘Fantastic Beasts and Where to Find Them’ ke layar lebar, buku tipis yang sebenarnya merupakan supplement to the Harry Potter series. There was still money to grab dan dengan J. K. Rowling sebagai screenwriter tentu terlalu berlebihan untuk pesimis pada ‘Fantastic Beasts and Where to Find Them’, pertanyaannya adalah seberapa jauh “detours” ini sukses mengekspansi Wizarding World itu? It’s ‘Before Harry Potter’.
Showing posts with label Carmen Ejogo. Show all posts
Showing posts with label Carmen Ejogo. Show all posts
Review: Born to Be Blue (2016)
“I want my life back.”
Bercerita tentang tokoh
yang punya karir musik gemilang namun memiliki masa kelam bersama obat-obat
terlarang bukan sebuah pekerjaan yang mudah, potensi terburuknya tidak hanya
sekedar berakhir klise saja namun juga monoton bahkan terasa ofensif terhadap
tokoh nyata. Born to Be Blue tidak
berakhir seperti itu, ini berhasil menjadi sebuah kisah tentang kehidupan
musisi yang menyedihkan namun berusaha menggunakan sisi kelam tadi untuk
menjadi sebuah inspirasi yang terasa segar. Oh, jika Oscars tahun depan ingin
“merayakan” kualitas akting di kategori pemeran pria, maka mereka harus
mempertimbangkan Ethan Hawke di film ini.
Review: Selma (2014)
"We must march, we must stand up!"
Selain segmented
film-film yang mencoba mengangkat kisah masa lalu seorang juga punya dua
penghalang besar yang harus ia taklukan. Yang pertama adalah apakah film
tersebut berhasil menggambarkan sosok atau tokoh yang ia gunakan dalam bercerita
dengan tepat, terutama pada ketepatan kisah yang tokoh tersebut alami. Ya,
riskan, dan pertanggung jawabannya cukup besar. Dan kedua adalah film tersebut
harus berhasil menjadikan tokoh tersebut menarik bagi penontonnya, bukan hanya
ketika ia tampil di layar namun juga setelah ia menghilang dan membuat penonton
ingin lebih jauh mencari informasi tentang tokoh tersebut. Nah, dua hal penting
tersebut berhasil dilakukan oleh Selma
dengan manis.
Movie Review: The Purge: Anarchy (2014)
"Stay safe. Stay safe."
Hanya dengan bermodalkan $3 juta, tahun lalu Michael Bay bersama rekan-rekannya mampu
menghasilkan uang hampir 30 kali lipat dari sebuah thriller berkedok horor
sederhana yang mereka bangun, hiburan super standard yang berhasil menjadi hit
atau sensasi luar biasa berkat premis kontroversial yang ia tawarkan. Tidak
perlu waktu lama tahun ini mereka hadir lagi, kembali meraih kesuksesan yang
sama di sektor financial, namun celakanya masih dengan kualitas yang sama. The Purge: Anarchy, just extremely little bit
better than the first film.




%2Bposter.jpg)