Showing posts with label Christian Bale. Show all posts
Showing posts with label Christian Bale. Show all posts

Movie Review: Thor: Love and Thunder (2022)

“Eat my hammer!”

Tidak terasa karakter superhero Thor kini tiba di film keempatnya, tapi menariknya dengan jumlah yang tergolong cukup banyak itu pesona Thor sendiri masih belum mampu untuk berdiri sejajar dengan karakter besar Marvel lain seperti Iron Man dan Captain America. Hal tersebut imbas dari perubahan yang coba dilakukan Marvel, awalnya didorong sebagai karakter yang condong serius dengan "dunia" yang kelam, di film ketiganya berpindah haluan dengan suntikan komedi ala Taika Waikiti. Image dan pesona Thor juga kena dampaknya, si tangguh yang super serius itu masih tetap tangguh namun kini cenderung lebih nyaman tampil sebagai superhero yang gemar bercanda, layaknya komika. Tapi bukankah beberapa temannya juga begitu? ‘Thor: Love and Thunder’: expensive sketch parade.


Movie Review: Ford v Ferrari (2019)


“We’re going to make history”

Hadir tahun 2013 yang lalu, ‘Rush’ merupakan racing movies rilisan paling baru yang sukses membuat saya larut tenggelam di dalam cerita tentang balapan mobil, sebuah dramatisasi yang cerdas dan menawan, bergerak cepat dan juga intens. Finally I get a better movie, menggunakan dua nama besar di dunia otomotif mobil menyajikan aksi dan upaya untuk saling mengalahkan di lintasan balap mobil. Ford v Ferrari : a racing movie that will bring the engines to your chest.

Review: Knight of Cups (2016)


"Dreams are nice, but you can't live in them."

Sejauh ini telah menyutradarai delapan buah film dalam 46 tahun karirnya di industri film, Terrence Malick secara mengejutkan menghadirkan tiga di antaranya dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Apakah Terrence Malick sedang memiliki banyak ide? Sepertinya begitu dengan dua film lain dijadwalkan rilis tahun ini. Di film terbarunya ini Terrence Malick kembali memberikan apa yang penonton inginkan dari “film Terrence Malick”, namun sebagai penonton yang masih belum lulus dari Malick's School for Gifted Youngsters selalu ada perasaan waspada terhadap karya Terrence Malick karena, well, it's gonna be forever, or it's gonna go down in flames. So, bagaimana dengan Knight of Cups? Keindahan yang hampa, atau kehampaan yang indah.

Review: The Big Short (2015)


“Tell me the difference between stupid and illegal and I'll have my wife's brother arrested.”

Saya merasa tertipu oleh The Big Short, hasil akhir yang ia berikan tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Apakah saya yang salah menaruh ekspektasi? Mungkin, sebelum menonton saya tahu ini merupakan sebuah drama komedi namun hasil akhir yang ia berikan ternyata jauh lebih menghibur dari apa yang saya harapkan terhadap sebuah film dengan krisis finansial sebagai konflik utamanya. The Big Short merupakan salah satu film komedi terlucu tahun ini, The Wolf dari Wall Street bertemu dengan Margin Call, seperti Spotlight dengan bumbu komedi, cocky but funny.

Review: Exodus: Gods and Kings (2014)


"Once brothers, now enemies."

Ia memang punya Alien dan Gladiator di daftar filmography, tapi karya-karya Ridley Scott selalu hit or miss bagi saya dalam jumlah yang berimbang, bahkan bukan hanya ketika ia menjadi sutradara hal yang sama juga terjadi ketika ia menjadi produser. Masih membekas di ingatan bagaimana Robin Hood jatuh datar empat tahun lalu, bahkan tahun lalu dengan cast yang sangat menjanjikan Ridley Scott seperti kehilangan magic miliknya di Prometheus dan menjadikan The Counselor sebagai thriller yang ompong, dan magic itu masih belum kembali di Exodus: Gods and Kings. Lost in Egypt.

Movie Review: American Hustle (2013)


"People are always conning each other to get what they wanted."

Banyak jalan untuk mencapai kebahagiaan, yang harus dilakukan hanyalah dengan mengambil sikap berani kemudian dilengkapi bersama strategi mumpuni. Ya, berani gagal, berani mengambil resiko, termasuk didalamnya berani untuk berubah dan keluar dari zona nyaman yang kita miliki. Hal tersebut coba diceritakan oleh American Hustle, caper movie in sexy and stylish way.  

Movie Review: The Dark Knight Rises (2012)


Batman (Christian Bale) memang telah pensiun dari tugasnya menjaga kedamaian kota Gotham, namun masih dianggap sebagai penyebab utama kematian jaksa Harvey Dent. Karena itu Bruce Wayne lebih memilih berdiam diri di kediamannya bersama pelayan setianya Alfred (Michael Caine). Namun itu semua berubah setelah kedatangan Bane (Tom Hardy), mantan rekan Ra's Al Ghul (Liam Neeson), bersama pasukannya melancarkan terror brutal ke kota Gotham yang telah aman sepeninggal Joker dan Two Face.