Showing posts with label Connie Nielsen. Show all posts
Showing posts with label Connie Nielsen. Show all posts

Movie Review: Nobody (2021)

“Don't call 911.”

Mungkin saja creator karakter John Wick masih memiliki sebuah hasrat yang ingin ia capai sehingga muncul karakter utama film ini, Hutch Mansell. Pesonanya memang belum berada di titik level yang sama dengan John Wick namun tidak butuh waktu lama baginya untuk menunjukkan ia punya potensi untuk tiba di titik tersebut. Why? Karena meskipun sama-sama merupakan seorang assassin Hutch Mansell ternyata dibekali dengan aura yang terasa lebih brutal ketimbang John Wick. Mungkin akan terasa sangat seru jika kelak Hutch dapat bertemu John. ‘Nobody’ : a controlled and composed explosions carnival.


Movie Review: Wonder Woman 1984 (2020)

“You cannot have it all. You can only have the truth. And the truth is enough. The truth is beautiful.”

Tidak peduli seberapa sukanya kamu dengan ‘Batman v Superman: Dawn of Justice’ sulit untuk memungkiri bahwa ‘Wonder Woman’ merupakan pioneer yang memberi secercah harapan yang nyata bahwa DC Extended Universe can be “fun” too. Patty Jenkins kala itu menggunakan war film sebagai platform utama untuk dengan cerdik memoles pesona utama heroine utamanya dengan penuh percaya diri, salah satu hal paling memorable dari film tersebut. Sikap positif itu kembali di film kedua ini, but sometimes you can't see what you're learning until you come out the other side. ‘Wonder Woman 1984’ : it's going down for real. (Warning: the following post contains images spoilers)


Movie Review: Wonder Woman (2017)


"It's not about deserve, it's about what you believe. And I believe in love."

Sejak kemunculan ‘Man of Steel’ empat tahun lalu sebagai film pertamanya terdapat berbagai pertanyaan yang sepertinya telah terasa umum terhadap DC Extended Universe. Tidak hanya dari segi style maupun “taste” yang kerap disederhanakan oleh para penggemar film superhero sebagai upaya DC untuk tampak & terasa “beda” dari kompetitor utamanya saja namun salah satu pertanyaan lain adalah kapan film kelas “very good” yang terasa kickass akan muncul di dalam DC Extended Universe? Sejak penampilan singkat namun berkesan yang ia lakukan tahun lalu Diana Prince diyakini akan mampu menjawab pertanyaan tersebut. Was it worth the wait? Wonder Woman: a lovely combination between power, courage, and of course wonder.

Movie Review: 3 Days to Kill (2014)


"My job is to hunt terrorists. I don't negotiate. Within three days, I will find you. You can start counting."

Pada awalnya ia menyebut dirinya sebagai sebuah film action dan thriller, kemudian setelah jauh berjalan mereka akan ditemani oleh sisi crime dan sedikit misteri, namun semakin jauh lagi ia berjalan kita akan menemukan sebuah twist pada warna cerita yang melengkapi berbagai genre tadi. Yap, warna-warni, tidak masalah jika berhasil dibentuk menjadi sebuah kemasan yang solid, sesuatu yang tidak mampu dicapai oleh film ini. 3 Days To Kill, it’s stupid, it’s messy, it's actually could be a sweet enough story about disposition.