Showing posts with label Ezra Miller. Show all posts
Showing posts with label Ezra Miller. Show all posts

Movie Review: Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore (2022)

“There’s nothing you can do to stop me.”

Harry Potter dan teman-temannya memang telah mengakhiri petualangan mereka sekitar satu dekade yang lalu di media film, tapi jelas petualangan itu membekas di hati para penonton dan tentu saja penggemarnya. Tidak heran banyak pihak yang menginginkan lebih, berharap agar dibuatkan kelanjutan. Potensi besar tersebut tentu saja tertangkap radar milik Warner Bros., tidak heran selang dua tahun dari rilis film ‘Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2’ proyek the Fantastic Beasts film series pun digaungkan, jadi bagian ‘The Wizarding World’ dan mencoba memperluas dunia sihir yang telah dimulai oleh Harry Potter dan juga teman-temannya. Film pertama, appealing start. Film kedua, low-stakes entertainment. Film ketiga? ‘Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore’: sometimes imaginative, often struggles to juggle.


Movie Review: Fantastic Beasts and Where to Find Them [2016]


"I want to be a wizard."

Setelah kesuksesan yang luar biasa dari Harry Potter film franchise tidak heran jika J. K. Rowling ingin kembali “mencoba” mengulangi hal tersebut. Tapi yang mengejutkan adalah ketimbang melanjutkan kisah Harry Potter dia justru mencoba untuk membawa ‘Fantastic Beasts and Where to Find Them’ ke layar lebar, buku tipis yang sebenarnya merupakan supplement to the Harry Potter series. There was still money to grab dan dengan J. K. Rowling sebagai screenwriter tentu terlalu berlebihan untuk pesimis pada ‘Fantastic Beasts and Where to Find Them’, pertanyaannya adalah seberapa jauh “detours” ini sukses mengekspansi Wizarding World itu? It’s ‘Before Harry Potter’.

Review: Trainwreck (2015)


"Girls, your mother and I are getting divorced. Monogamy isn't realistic."

Terkadang kesuksesan itu akan mengejutkan kamu ketika ia lahir dari sebuah pertaruhan berani yang kamu ambil, dan itu yang dialami oleh Judd Apatow di Trainwreck. Judd Apatow seperti memetik buah dari keputusan berani yang ia lakukan ketika memberikan keleluasan pada salah satu wanita terlucu saat ini, “Amazing Amy” Schumer, untuk memegang kendali sepenuhnya pada naskah Trainwreck. Sepintas ia memang tampak seperti komedi romantis tradisional, namun dengan karakter oke serta lelucon yang tajam Trainwreck berhasil menjadi komedi agresif yang memadukan hati dan tawa bersama.

Movie Review: The Perks of Being a Wallflower (2012)


Terlalu mudah untuk mengatakan bahwa akan timbul rasa tidak yakin kepada film remaja dengan tema cerita romantis. Mayoritas dari mereka akan tampil klise, dengan karakter-karakter klasik dan konyol yang telah sering anda temukan sebelumnya, dan tidak mampu menghadirkan permainan emosi yang menarik. The Perks of Being a Wallflower bukan bagian dari mereka, sebuah film remaja yang bahkan mungkin mampu membuat orang dewasa tersenyum diakhir cerita.