Showing posts with label Forest Whitaker. Show all posts
Showing posts with label Forest Whitaker. Show all posts

Movie Review: Jingle Jangle: A Christmas Journey (2020)

“But the magic isn't just in what you've lost. It's in what you still have.”

Satu hal familiar yang selalu mudah untuk ditemukan dari sebuah Christmas movies adalah: magic exists. Ya, selalu ada keajaiban di dalam tiap balutan film bertemakan Natal, dari ‘Home Alone’, ‘Elf’, hingga tahun lalu ada animasi cantik dengan berjudul ‘Klaus’ yang membawa pesan it's all possible. Pesan itu klasik memang namun selalu mampu meninggalkan kesan manis dan hangat di penghujung tahun jika dikemas dengan tepat dan hal tersebut coba dilakukan oleh film ini, mengemas kembali pesan “if you believe, it's all possible” lewat sebuah fantasi musikal berisikan dunia yang dipenuhi dengan harapan dan keajaiban. ‘Jingle Jangle: A Christmas Journey’: it's a merry, merry Christmas indeed!


Movie Review: Rogue One: A Star Wars Story [2016]


"This is our chance to make a real difference."

Pada 1970s dan 1980s ‘Star Wars’ hadir dengan original trilogy, kemudian pada akhir 1990s serta awal 2000s mereka mundur kebelakang dengan prequel trilogy. Terdapat jarak yang cukup besar di antara dua trilogy tersebut, sesuatu yang sejak tahun lalu untuk sementara tidak akan terjadi lagi. Dimulai dengan ‘The Force Awakens’ yang hadir tahun lalu sebagai titik awal bagi sequel trilogy hingga tahun 2020 nanti setiap tahunnya para fans Star Wars memiliki kesempatan untuk berkumpul bersama, melakukan toast sembari mengucapkan “May the Force be with you”. Rogue One: A Star Wars Story menjadi pembuka Star Wars saga kategori keempat, sebuah anthology films yang berisikan kumpulan spin-off dan stand-alone films. Apakah film pertama experiment dari George Lucas ini melakukan pekerjaan yang baik? It’s an “al dente” Star Wars movie.

Review: Arrival (2016)


"They arrive."

Salah satu pertanyaan yang eksis di bumi dan masih belum memiliki jawaban yang meyakinkan adalah apakah bumi satu-satunya planet di alam semesta yang memiliki penghuni? Jika tidak maka apakah alien itu ada? Manusia terus mencari tahu apakah terdapat bentuk kehidupan lain di alam semesta selain di bumi, hal yang juga tidak pernah berhenti menjadi materi empuk untuk dieksplorasi oleh industri film. Kali ini dengan mengusung pertanyaan “why are they here?” sutradara Sicario and the upcoming Blade Runner 2049 mencoba kembali mengeksplorasi isu "we are not alone in the universe" itu dalam bentuk sebuah hard science fiction berjudul ‘Arrival’. It’s a delightful puzzle about alien, love, and life.

Review: Southpaw (2015)


"Billy Hope knows how to take a punch, but he also drops bombs."

Terkadang masalah itu punya maksud lain dibalik kehadirannya di dalam kehidupan kamu, seperti kehilangan misalnya yang bisa saja punya tujuan untuk menjadikan kamu lebih giat lagi untuk mendapatkannya kembali atau bukan tidak mungkin memperoleh yang lebih baik dari sebelumnya. Southpaw adalah sebuah film tentang tinju yang menariknya tidak sekedar ingin membuat kamu menikmati pukulan di sana dan di sini, dengan formula standard ia ingin memberikan penggambaran tentang percaya pada harapan dengan menggunakan drama di luar dan di dalam arena tinju yang, oke.

Movie Review: Taken 3 (2015)


"He loves his family, but he has a lot of enemies." 

Bryan Mills merupakan pria dengan dua sosok yang ia cintai, seorang mantan istri dan seorang anak perempuan. Di film pertama ia menelusuri kota Paris untuk menemukan anak perempuannya yang di culik, di film kedua giliran mantan istrinya yang kini menghilang di kepadatan kota Istanbul. Nah, yang kemudian sedikit membingungkan adalah dengan konsep yang sama di dua film sebelumnya siapa lagi yang akan menghilang di film ketiganya ini? Siapa lagi yang akan Bryan coba selamatkan dengan genggaman pistol di tangannya? Uniknya ternyata rasa bingung itu juga dimiliki oleh film ini. Taken 3, trying to look thoughtful but ends dull, an impotent superdad goodbye.

Movie Review: The Butler (2013)


"Darkness cannot drive out darkness, only light can do that.”

Sebenarnya apa ciri khas mayoritas yang dimiliki oleh banyak sosok yang punya kemampuan untuk menjadi sumber inspirasi? Sederhana, mereka mampu menjadikan anda percaya bahwa semua dapat anda lakukan (kecuali memakan kepala anda sendiri) jika anda gigih dan percaya, tanpa mempermasalahkan “power” yang anda miliki. The Butler, sebuah drama elegan, namun kurang cermat bermain dengan fokus.

Movie Review: The Last Stand (2013)


Terlepas dari segala kekurangan serta kelemahan yang ia miliki, pasti ada saja film yang pada akhirnya mampu membuat anda gembira, at least ketika anda keluar dari studio. The Last Stand adalah contoh paling baru mengapa saya selalu menempatkan tingkat kepuasan yang diberikan oleh sebuah film sebagai salah satu faktor terpenting dari penilaian saya terhadap sebuah film. Arnold Schwarzenegger kembali dengan sebuah paket guilty pleasure.