Showing posts with label Henry Golding. Show all posts
Showing posts with label Henry Golding. Show all posts

Movie Review: Persuasion (2022)

“All that is meant for one, is meant to find the one.”

“Kalau masih cinta, jangan memaksa untuk move on.” Lantas bagaimana cara agar dapat segera melupakan dan memulai kembali kisah cinta yang baru? Saya juga tidak tahu jawabannya, karena cara cinta bekerja di setiap orang tentu berbeda-beda, ada yang hanya butuh satu minggu untuk langsung melupakan dan mencoba memulai kembali, tapi ada pula yang berjuang untuk menghapus memory indah bersama sang mantan kekasih dalam hitungan tahun bahkan lebih dari setengah dekade. Hal apa sebenarnya yang menyebabkan perbedaan tersebut, sehingga ada yang mudah tapi ada pula mereka yang kesulitan? When pain is over, the remembrance of it often becomes a pleasure. ‘Persuasion’: a Bridgerton knock-off.


Movie Review: Snake Eyes: G.I. Joe Origins (2021)

“Abandon ego. Strike with honor. Selflessness and truthfulness will lead to harmony.”

Apakah kamu masih ingat dengan dua film pertama G.I. Joe film series? Saya yakin banyak yang sudah lupa, atau bahkan tidak tahu sama sekali dengan karakter Duke yang kala itu diperankan Channing Tatum, padahal ia lebih tertarik berperan sebagai Snake Eyes, karakter ninja misterius yang berikrar untuk tidak berbicara. Kedua film tersebut mencatatkan pencapaian box office yang tidak super buruk, film pertama sempat menjadi film Hasbro ketiga di puncak box office Amerika setelah dua film koleganya, Transformers. Yang berantakan adalah respon penonton, review negatif lebih dominan. Transformers film series juga pernah runtuh namun mampu bangkit lewat ‘Bumblebee’, langkah serupa yang coba diikuti G.I. Joe, matikan lalu hidupkan kembali. ‘Snake Eyes: G.I. Joe Origins’ : not groundbreaking but still better than the predecessor.


Movie Review: The Gentlemen (2020)


‘There’s only one rule in this jungle!’

Di awal debutnya lewat film ‘Lock, Stock and Two Smoking Barrels’ sutradara Guy Ritchie mencuri perhatian dengan “style” yang ia tampilkan, menaruh crime sebagai genre utama lalu membekali karakter-karakter menarik dengan dialog cepat dan black humor. Sejak 2009 yang lalu ia sedikit “bergeser” dengan menyutradarai film-film seperti Sherlock Holmes, The Man from U.N.C.L.E., hingga yang terbaru Aladdin. Kini Guy Ritchie kembali, menghadirkan crime comedy yang mengingatkan penonton pada film-filmnya dahulu. ‘The Gentlemen’ : when Guy Ritchie did Guy Ritchie.

Movie Review: Crazy Rich Asians (2018)


“Only a fool folds a winning hand.”

Rumit mungkin adalah satu dari banyak kalimat yang dapat digunakan untuk mengartikan makna dari kata cinta. Dari individu, sesama, kemudian jalinan asmara, bahkan ketika akan melangkah ke jenjang selanjutnya yaitu pernikahan, cinta seperti menjadi “spotlight” yang sulit untuk digeser dari barisan terdepan. Dibalik harta dan juga tahta, masihkah kekuatan “cinta” berada di posisi pertama? ‘Crazy Rich Asians’: a lovely and light-hearted love story.