Ketika saya hendak menonton
film ini saya bertanya pada teman yang sudah terlebih dahulu menyaksikan Insurgent dan juga sebelumnya juga telah
membaca novel karya Veronica Roth
itu. Jawaban darinya adalah: “apakah layak berharap banyak dari
Insurgent?” Sebuah jawaban yang
sederhana memang namun bukan hanya 50 atau 70 persen namun saya setuju
sepenuhnya dengan pernyataannya teman saya tadi. Insurgent, baik itu dari sisi
novel maupun film, merupakan korban dari masalah yang bukan hanya sekarang
namun mungkin akan kita saksikan beberapa tahun kedepan, sebuah trilogi dengan
bagian kedua yang hanya menjadi sebuah jembatan penghubung dengan daya tarik
yang lemah.
Showing posts with label Insurgent. Show all posts
Showing posts with label Insurgent. Show all posts
Movie Review: The Divergent Series: Insurgent (2015)
“Mankind wait for you, with hope, beyond the wall.”
Tahun lalu saya menyebut Divergent
sebagai film tentang pemberontakan yang terlalu lembut, kurang bergairah,
monoton, dan sedikit membosankan. Tidak hanya itu ia juga tidak memiliki
petualangan dalam gerak cekatan sehingga tampak seperti membangun drama dengan
bumbu adegan sci-fi dan action, ketimbang menjadi kodratnya
sebagai sebuah film sci-fi action dengan dukungan drama. Well, hal tersebut
yang kemudian meninggalkan saya speechless
ketika melangkah keluar sesaat setelah kejutan dari Naomi Watts yang berdiri dibelakang Kate Winslet. The Divergent
Series: Insurgent: when kids from Nickelodeon start a rebellion.

%2Bposter.jpg)
%2Bposter.jpg)