Showing posts with label Jake Lacy. Show all posts
Showing posts with label Jake Lacy. Show all posts

Movie Review: Being the Ricardos (2021)

“I need you to help me save my marriage.”

Ketika kamera telah diinstruksikan rolling dan kata “action” terucap dari Sutradara, maka seorang aktor atau pemeran harus telah menjadi karakter yang ia mainkan dan mengesampingkan hal lain yang tidak berkaitan dengan lakon yang berlangsung itu. Hal tersebut mungkin terkesan simple namun sebenarnya tidak mudah apa lagi jika “hal lain” tadi berkaitan dengan masalah personal yang di dalamnya emosi serta amarah telah berkuasa. Sama seperti judulnya karakter utama film ini mencoba untuk tetap menjadi karakter yang ia perankan di sebuah television sitcom populer tidak peduli pada fakta bahwa dirinya mengalami guncangan akibat berbagai macam masalah yang seolah sengaja datang bersamaan. ‘Being the Ricardos’: hit cruising altitude at peace.


Review: Miss Sloane (2016)


"It’s about making sure you surprise them, and they don’t surprise you."

Menaruh harap bahwa politik dapat 100% bersih dan pro-rakyat itu ibarat berusaha mencari beberapa jarum pada setumpukan jerami, mungkin dapat ketemu tapi pasti akan sangat sulit. Mengapa? Karena politik tidak hanya sebuah panggung sandiwara saja tapi juga berisikan sebuah permainan dengan banyak peserta yang masing-masing membawa agenda yang tentu berbeda-beda. Politik lebih sering dipenuhi usaha untuk saling menjatuhkan dengan melakukan berbagai cara salah satunya seperti sabotase, hasilnya pihak yang baik bisa kalah dan mereka yang "kurang baik" justru bisa menjadi pemenang. Hal tersebut menjadi dasar dari film ini, sebuah permainan antara politik, agenda, dan lobbyists berjudul ‘Miss Sloane’. It’s a chilling and engaging political thriller.

Review: Carol (2015)


"Some people change your life forever."

Apakah cinta punya masa kadaluarsa? Apakah cinta punya batasan yang melarang dua insan saling melengkapi gairah asmara yang mereka miliki? Ketika melihat pasangan kakek dan nenek jalan bergandengan tangan selalu ada rasa iri pada mereka, karena mereka mampu mendapatkan dan mempertahankan rasa cinta yang mungkin saja mereka mulai setengah abad sebelumnya. Ya, perjuangan mempertahankan lebih sulit ketimbang perjuangan saat mencoba mendapatkan. Mendapatkan cinta, merasakan cinta, mempertahankan rasa cinta, Carol tampilkan itu dengan gairah yang indah dan mewah. Romance with orchestra.

Movie Review: Obvious Child (2014)


"I remember seeing a condom, I just don't know exactly what it did

Jika anda telah akrab dengan salah satu usaha membuat penonton tertawa yang dikenal dengan sebutan stand-up comedy, anda pasti akan merasakan bahwa peran penonton tidak hanya sebagai sosok yang hanya menelan mentah-mentah apa yang diberikan para comic, ada aksi mematangkan materi dan berakhir dengan umpan balik untuk menciptakan aliran yang semakin menarik. Mengapa anda mau terlibat lebih dalam dengan apa yang diberikan para comedian tadi? Karena apa yang mereka berikan perlahan terasa semakin menarik. Hal terakhir tadi tampil kurang baik di film ini, Obvious Child, likeable but unattractive rom-com.