Showing posts with label James Marsden. Show all posts
Showing posts with label James Marsden. Show all posts

Movie Review: Sonic the Hedgehog (2020)


'I was born with extraordinary powers.'

Adaptasi video-game ke dalam media film seolah semakin lekat dengan kesan "sulit" untuk dapat sukses, pendahulu film ini sudah merasakan pahitnya kegagalan hingga mendapat label medioker. ‘Sonic the Hedgehog’ sendiri nyaris masuk ke dalam kategori tersebut sedari awal trailer-nya rilis, memperoleh berbagai kritikan pedas di dunia internet dengan fokus utama kala itu adalah bagaimana design “aneh” yang dimiliki oleh karakter Sonic. Bagaimana hasilnya setelah direvisi? ‘Sonic the Hedgehog’ : a cliche package with good energy.

Review: Unfinished Business (2015)


Sebagai informasi awal bahwa ini merupakan film komedi, tapi setelah selesai menonton hal pertama yang berhasil membuat saya tertawa justru bagaimana judul yang ia gunakan seperti cerminan secara langsung kualitas yang ia miliki. Unfinished Business sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi komedi bodoh berisikan pria-pria melakukan petualangan yang menyenangkan, tapi ternyata hasil yang ia berikan benar-benar terasa seperti sebuah bisnis yang belum selesai. Unfinished Business is an unfinished business.

Review: The Loft (2015)


"The right place to do wrong."

Salah satu kondisi menjengkelkan dalam movie experience adalah ketika kamu dibuat oleh film tersebut untuk berada dalam kondisi menunggu sesuatu yang sesungguhnya tidak kamu nantikan dengan begitu antusias. Ya, saya sangat benci dengan film yang mencoba tampil pintar dengan cara yang tidak pintar, menjadikan penontonnya terombang-ambing bersama materi yang perlahan tidak lagi menarik untuk di ikuti. Penyakit yang fatal itu dimiliki oleh The Loft. What a dicky thriller.

Review: The Best of Me (2014)


"You never forget your first love."

Misi yang dibawa oleh The Best of Me pada dasarnya mungkin baik, dimana ia seperti ingin mencoba menghadirkan kisah dari novel Nicholas Sparks ini kedalam bentuk penyajian yang sedikit berbeda, memberikan sentuhan kecil yang membuatnya berbeda jika dibandingkan dengan empat film adaptasi novel Nicholas Sparks (Dear John, The Last Song, The Lucky One, Safe Haven) yang selalu berputar-putar di template yang sangat identik. Sayangnya niat tersebut memberikan hantaman boomerang yang sangat besar bagi film ini.

Movie Review: Anchorman 2: The Legend Continues (2013)


"Who the hell is Julius Ceasar? You know I don't follow the NBA!"

Untuk dikenang dalam waktu lama sebuah film bukan hanya harus mampu mencapai standar memuaskan di bagian cerita, akting, sutradara, dan juga hal teknis lainnya, namun mereka harus memiliki sebuah keunikan yang sanggup menjadi kenangan yang sulit terlupakan. Komedi ringan dan absurd penuh punchline menarik? News teams fight in multiple-way? That’s Anchorman: The Legend of Ron Burgundy. Tertidur selama hampir satu dekade, empat sekawan yang aneh itu kembali, yang sayangnya harus terjerat dalam penyakit dari sebuah sekuel. Anchorman 2: The Legend Continues, still random, still silly, but has a lot of flaws in many area.

Movie Review: 2 Guns (2013)


Buddy cop film selalu mudah untuk tampil menyenangkan, selama anda tidak menaruh ekspektasi yang sangat tinggi. Bad Boys, The Other Guys, 21 Jump Street, hingga yang terbaru The Heat, mereka bukan kemasan yang pintar namun telah membuktikan mampu menarik dan memperoleh cinta dari para penonton. Sama halnya dengan 2 Guns, tidak ada ekspektasi yang begitu tinggi, hanya berharap mendapatkan sebuah tontonan yang berisikan kebodohan yang tidak terlalu bodoh, namun justru memberikan sebuah kejutan dalam bentuk kombinasi aksi dan komedi yang mumpuni.