Showing posts with label Jason Bateman. Show all posts
Showing posts with label Jason Bateman. Show all posts

Review: Zootopia [2016]


"No matter what type of animal you are, change starts with you."

Walt Disney pernah berkata seperti ini, bahwa film dapat dan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam membentuk kehidupan muda untuk menuju cita-cita dan tujuan di kehidupan dewasa, dan animasi merupakan media mendongeng dan hiburan visual yang dapat memberikan kesenangan serta informasi kepada penonton dari segala usia. Zootopia berhasil menjadi film terbaru yang melaksanakan perkataan pendiri Disney itu, sebuah film animasi yang sangat sangat sehat, karya terbaru dari Disney ini berhasil menciptakan arena bagi penonton muda dan penonton dewasa untuk datang, duduk, dan bersenang-senang bersama.

Review: The Gift (2015)


"You think you've done with the past, but the past did not done with you. "

Tentu saja ada alasan kenapa saat persidangan pengacara selalu mencoba menyerang saksi kubu lawan dengan berbagai pertanyaan secara bertubi-tubi, karena ketika berada di medan perang salah satu cara mudah untuk menang adalah dengan mengganggu bahkan merusak kestabilan emosi sang lawan. Emosi itu sangat sensitif, kamu bisa menjadikan sosok idaman kamu jatuh cinta padamu dengan mengaduk-aduk emosinya lewat persembahan indah, tapi disisi lain kamu juga dapat membuat tetanggamu cemas hingga takut dengan menebar terror psikologis seperti misalnya memberikan hadiah misterius secara periodik. The Gift menggambarkan hal tersebut, sebuah psychological thriller efektif yang “mengganggu”.

Review: Horrible Bosses 2 (2014)


"New crime. Same tools."

Sekuel selalu menjadi sebuah pedang bermata dua, ia bisa meneruskan kesuksesan yang telah diraih pendahulunya, bahkan tidak sedikit yang mampu memberi penonton suguhan yang lebih baik, tapi di sisi lain ia juga dapat menjadi sebuah noda yang melukai pencapaian pendahulunya. Horrible Bosses 2 adalah sebuah noda bagi film pertamanya yang tiga tahun lalu bukan hanya sukses menjadi box-office hit tapi juga menjadi sebuah komedi "menjijikkan" yang menyenangkan.

Review: This Is Where I Leave You (2014)


"It's hard to see people from your past when your present is so cataclysmically screwed up."

This is where we bond. This is where we love. This is where we share. This is where we connect. This is where we gossip. This is where we vent. This is where we accept. This is where we remember. This is where we grow up. This is where we trust. So, This Is Where I Leave You.

Movie Review: The Longest Week (2014)


Orang-orang yang tidak puas dengan limit pada kemampuan yang mereka miliki, dan kemudian berupaya untuk menghasilkan sesuatu yang jauh lebih besar dari batas tadi tentu saja layak diberikan apresiasi. Tapi yang menjadi masalah mampu atau tidak mereka mengendalikan dan menangani segala permasalahan yang otomatis jauh lebih besar yang akan menghampiri mereka. Film ini menjadi contoh dari hal tersebut, dalam konteks filmmaking. The Longest Week, an uncompelling rom-com.

Movie Review: Disconnect (2012)

 

"He can turn on your camera, he can watch you."

Dibalik kekuatan besar yang ia miliki, ada dua hal yang dapat anda peroleh dari kebebasan yang diberikan oleh internet, entertainment dan punishment. Facebook dan twitter sebagai media berkomunikasi, arena “show-off” makanan bernama instagram, sentuh layar dan anda sudah dapat membaca berita tanpa perlu membeli koran, bahkan membeli pakaian dan tiket pesawat tanpa perlu terjebak kemacetan. Tentu sebuah opsi untuk mempermudah hidup, membangun sebuah koneksi yang sangat luas, namun juga punya potensi untuk "memutuskan" koneksi yang sesungguhnya jauh lebih penting, hubungan sosial di dunia nyata. Disconnect: simple, intens, fokus, disconnect.

Movie Review: Identity Thief (2013)


Sepertinya kali ini tidak menjadi hal yang begitu penting untuk mencoba menyampaikan pada paragraf pembuka salah satu dari sekian banyak pesan menarik yang diemban sebuah film, seperti yang selama ini saya coba terapkan. Dia punya Jason Bateman dan Melissa McCarthy dengan keunikan yang khas, dan juga Seth Gordon yang sukses mengubah premis dangkal yang dimiliki Horrible Bosses menjadi sebuah kemasan yang cukup menghibur.