Showing posts with label Jennifer Aniston. Show all posts
Showing posts with label Jennifer Aniston. Show all posts

Review: Friends: The Reunion (2021)

"Wow, this is not your average television show."

Buat beberapa orang mereka mungkin masih “kalah” dari ‘Seinfeld’ tapi jika bicara popularitas maka ‘Friends’ menciptakan sebuah kompetisi yang ketat terutama bagi para Generasi X dan Millennials. Kisah tentang enam orang sahabat yang tinggal di sebuah apartemen dan saking eratnya ikatan persahabatan membuat mereka seperti sebuah keluarga, ‘Friends’ adalah sebuah fenomena di era tahun 90-an, mengangkat nama para aktor serta dapat dikatakan menjadi inspirasi dari beberapa serial tv yang hadir setelahnya. Setelah sekian lama tidak bertemu enam aktor itu dipertemukan kembali di dalam sebuah reuni. ‘Friends: The Reunion’ : I'll be there for you, 'cause you're there for me too.


Review: Storks (2016)


"This is crazy, we’re delivering a baby!"

Setelah berhasil menyajikan sebuah kehebohan yang menyenangkan lewat ‘The Lego Movie’ dua setengah tahun yang lalu kini Warner Bros. Animation kembali dengan sebuah kehebohan lainnya. Tidak bermain dengan mainan berbentuk kubus itu yang sekuelnya baru akan muncul di awal tahun 2019 mendatang, kali ini dengan sebuah cerita rakyat asal Eropa di mana dahulu kala para burung bangau bertugas untuk membawa bayi ke orang tua baru mereka. Ditulis oleh penulis cerita The Muppets, The Five-Year Engagement, dan Neighbors 2: Sorority Rising bagaimana hasil akhir dari 'Storks', animasi dengan rasa buddy comedy? One thing for sure this is a playful and quite cute animation.

Review: Mother's Day (2016)


"We're not who the world thinks we are."

Ia memang merupakan sosok di balik salah satu film romance paling populer sepanjang masa, Pretty Woman, namun tiga film terakhir dari Garry Marshall bukan sebuah prestasi dengan pencapaian yang oke. Yang menarik adalah dua film terakhirnya selalu mengambil tema hari special, tahun 2010 Valentine's Day dan tahun 2011 New Year's Eve, keduanya merupakan film yang hambar untuk mengisi dua hari special tadi. Lima tahun istirahat kali ini Garry Marshall kembali dengan hari special lainnya, Mother's Day, film yang seolah meneruskan baton dari dua film Garry sebelumnya tadi.

Movie Review: Cake (2014)


"Tell me a story where everything works out in the end for the evil witch."

Di akhir tahun 2014 yang lalu sosok yang mencuri perhatian bukan hanya berasal dari film-film yang seolah saling kejar dan saling sikut untuk meraih atensi agar semakin membuka peluang mereka menjadi terbaik dari yang terbaik, hal serupa juga terjadi di divisi akting, dan salah satu kejutan terbesar datang dari Jennifer Aniston. Ya, penampilan Aniston di film ini pernah berada didalam periode dimana ia memperoleh buzz yang cukup signifikan untuk masuk kedalam jajaran lima lead actress dengan penampilan terbaik tahun lalu. Well, that’s a good hype. Cake: the reason why a great sailor need at least good enough ship to look great. 

Review: Horrible Bosses 2 (2014)


"New crime. Same tools."

Sekuel selalu menjadi sebuah pedang bermata dua, ia bisa meneruskan kesuksesan yang telah diraih pendahulunya, bahkan tidak sedikit yang mampu memberi penonton suguhan yang lebih baik, tapi di sisi lain ia juga dapat menjadi sebuah noda yang melukai pencapaian pendahulunya. Horrible Bosses 2 adalah sebuah noda bagi film pertamanya yang tiga tahun lalu bukan hanya sukses menjadi box-office hit tapi juga menjadi sebuah komedi "menjijikkan" yang menyenangkan.

Review: Life of Crime (2013)


  “She’s the other trophy in my life."

Memang banyak cara bagi sebuah film untuk membuat penonton tertarik dengan apa yang ingin mereka tampilkan, sinopsis yang menjanjikan, sejarah kesuksesan sutradara hingga rumah produksi itu sendiri, poster mungkin juga bisa, hingga yang paling mudah adalah seperti yang dilakukan film ini, dengan membentuk sebuah cast yang berisikan Will Forte, Tim Robbins, John Hawkes, Isla Fisher, dan Jennifer Aniston. 

Movie Review: We're the Millers (2013)

 

"You never really know until you know."

Tentu saja ada alasan mengapa manusia dijuluki sebagai makhluk sosial, karena mereka perlu orang lain disekitarnya untuk menjadikan hidup mereka bertumbuh, salah satunya mungkin membuka jalan untuk menemukan apa yang selama ini tidak mereka dapatkan. We're the Millers coba membawa hal tersebut dalam petualangan bodoh, bagaimana hal palsu yang justru menuntun empat orang menuju kebahagiaan. Yap, sekali lagi, ini bodoh, klasik, standard, predictable, namun secara mengejutkan tampil menghibur dan menyenangkan.