Showing posts with label Jim Parsons. Show all posts
Showing posts with label Jim Parsons. Show all posts

Review: Hidden Figures (2016)


"Every time we have a chance to get ahead they move the finish line."

Drama seperti ‘Hidden Figures’ ini sangat mudah untuk ditemukan di setiap penghujung tahun, sebuah drama yang mencoba mengangkat berbagai isu klasik dengan inti yaitu hak untuk memperoleh kesamaan derajat. Namun menariknya adalah tidak banyak yang berhasil mencapai tujuan utamanya tanpa meninggalkan kesan “preachy” yang terasa berat dan berlebihan, seolah sejak awal hingga akhir mencoba mengemis atensi, simpati, dan empati dari penontonnya. Di tangan white man yang juga merupakan sutradara ‘St. Vincent’ kisah tentang black woman ini tidak berakhir seperti itu, berhasil berbicara tentang equal rights dengan cara yang “right”.

Review: Visions [2015]


Sejak tahun 2009 lalu Blumhouse Productions menerapkan konsep yang “gila” sebagai sebuah production house, ciptakan film sebanyak mungkin dengan konsep murah dan generik seolah nothing to lose dengan hasil yang akan mereka peroleh. Telah memproduksi 42 buah film dan berhasil menyulap budget menjadi berkali-kali lipat dengan pencapaian tertinggi Paranormal Activity, sistem daur ulang yang Blumhouse Productions terapkan kembali coba dilakukan oleh Visions, horror yang murah dan generik.

Review: Home (2015)


"I do not fit in. I fit out."

DreamWorks Animation sepertinya masih berusaha untuk tidak menciptakan kesan terombang-ambing dari makna sesungguhnya dibalik nama yang mereka miliki, dimana film karya studio animasi yang menjadi pesaing serius bagi Disney dan Pixar ini masih belum mampu menciptakan image bagi penonton “film Dreamworks, pasti menawan.” Mimpi yang mereka ciptakan tidak selalu berhasil menciptakan hit di titik tertinggi, terlepas dari Shrek, Kung Fu Panda, dan How to Train Your Dragon, Dreamworks lebih sering menelurkan animasi standard yang akan dikenang karena warna-warna indah yang mereka berikan. Home, satu-satunya rilisan Dreamworks tahun ini, bergabung kedalam kelas tadi.

Movie Review: The Normal Heart (2014)


"You can't stop fighting for the ones you love."

Sometimes, what you call good movies is the ones that can touch and playing with your emotions. Ya, sederhana, hal tadi sering kali mampu mencuri fokus kita sebagai penonton yang kemudian akan tidak begitu mempermasalahkan beberapa kekurangan atau ketidakseimbangan yang ia punya disisi lainnya. Film ini secara mengejutkan punya hal tadi, kombinasi antara plague, love, dan humanity, The Normal Heart, awfully good in terms of frustration drama.