Showing posts with label John Cena. Show all posts
Showing posts with label John Cena. Show all posts

Movie Review: The Suicide Squad (2021)

"I love the rain, it's like angels are splooging all over us!"

Terkadang ada keuntungan di balik kegagalan, kamu bisa belajar kemudian mencoba memperbaiki kekurangan yang membuatmu gagal. Contohnya adalah DC Films yang merasakan pil pahit di tiga film pertama Extended Universe mereka, mencoba untuk berubah dan telah menunjukkan progress positif sejak film Wonder Woman. Special case kemudian muncul, Batman akan mendapatkan reboot sedangkan Suicide Squad diberikan treatment berupa standalone sequel. Film terakhir tadi sebenarnya bukan sebuah creatively shipwrecked film bagi saya, tapi memang membutuhkan sentuhan kreatif agar dapat membuat pesona karakter dan tim menjadi semakin menarik lagi. Here they come, from the Director of Marvel's mega hits ‘Guardians Of The Galaxy.’ ‘The Suicide Squad’ : they add Gunn, they add fun.


Movie Review: F9 (2021)

“Be precise in life.”

Saya merupakan salah satu penggemar franchise ini dan menganggap bahwa film ke enam merupakan puncak terbaik mereka, yang tentunya akan terasa manis jika niat closing di film ketujuh yang lalu itu benar-benar terjadi. Tapi sayangnya sejak itu muncul jargon “one last ride” yang lantas menjadi titik awal berkembangnya the Fast & Furious franchise jadi semakin luas dan besar. Secara komersial kesuksesan masih konsisten diraih, film ketujuh bahkan sempat menempati posisi empat dalam daftar film dengan penghasilan kotor tertinggi sepanjang masa, tapi jika berbicara tentang kualitas resep baru justru membuat aksi yang dipimpin Dominic Toretto itu menjadi semakin absurd. F9 : an overstep quasi-superhero blockbuster.


Movie Review: Bumblebee (2018)


“My name is Bumblebee.”

Ketika pertama kali mengetahui bahwa akan hadir film ‘Bumblebee’ tidak ada ekspektasi yang begitu tinggi padanya. Setelah ‘Transformers’ empat sekuel yang hadir kemudian menunjukkan grafik yang menurun dari segi kualitas, Bayhem di film 'Transformers' semakin terasa monoton dan tidak berhasil memberikan sesuatu yang segar dan exciting. Too busy to be showy, menariknya hal tersebut tidak hadir di film ini. ‘Bumblebee’: when E.T. the Extra-Terrestrial meet The Iron Giant, a Transformers movie with heart.

Review: Daddy’s Home [2015]


Sebenarnya sebuah film komedi itu punya tugas yang paling mudah jika dibandingkan dengan genre lainnya, mereka hanya harus dan wajib membuat penontonnya tertawa, tidak hanya di satu atau dua momen namun di banyak bagian bahkan jika mampu di 70% durasi yang ia miliki. Daddy’s Home yang tampak menarik karena merupakan reuni dari dua pria unik di The Other Guys sebenarnya bisa melakukan syarat tadi, tapi sayangnya sejak awal ia seolah telah menolak dan lebih memilih bermain dengan santai. Hasilnya?

Review: Sisters (2015)


"Dear diary, today I tried a tampon. No thanks Tom Hanks."

Ketika telah diciptakan Tina Fey dulu mungkin Tuhan merasa bahwa ada sesuatu yang kurang, maka satu tahun kemudian Ia ciptakan Amy Poehler. Dua wanita yang pasti tidak asing lagi bagi penikmat program TV dari USA seperti 30 Rock, Parks and Recreation, dan tentu saja Saturday Night Live ini menjadi idola banyak penonton berkat chemistry yang unik di antara mereka, punya banter yang tajam dan on point. Hal tersebut mereka tampilkan di film ini, Sisters, meskipun kamu juga pasti tahu bahwa kesuksesan sebuah film juga bergantung pada banyak elemen penunjang lain yang ia miliki. Teen movie for adult.

Review: Trainwreck (2015)


"Girls, your mother and I are getting divorced. Monogamy isn't realistic."

Terkadang kesuksesan itu akan mengejutkan kamu ketika ia lahir dari sebuah pertaruhan berani yang kamu ambil, dan itu yang dialami oleh Judd Apatow di Trainwreck. Judd Apatow seperti memetik buah dari keputusan berani yang ia lakukan ketika memberikan keleluasan pada salah satu wanita terlucu saat ini, “Amazing Amy” Schumer, untuk memegang kendali sepenuhnya pada naskah Trainwreck. Sepintas ia memang tampak seperti komedi romantis tradisional, namun dengan karakter oke serta lelucon yang tajam Trainwreck berhasil menjadi komedi agresif yang memadukan hati dan tawa bersama.